Ramadhan telah meninggalkan kita, tinggallah kesedihan. Kesedihan karena Sang Penjamu ‘Allah SWT’ ‘ telah ‘pergi’. Ibarat tuan rumah dan tamu, maka Allah dalam posisi penjamu. Ia menjamu kita selama sebulan, ia menggandakan pahala, bahkan ia pun merahasiakan jumlah pahala yang akan ia berikan. Intinya urusan pahala hanya Allah yang tahu.

Kita telah melalui Ramadhan. Apakah dengan kualitas puasa yang luar biasa atau biasa-biasa saja, hanya kita sendiri yang tahu hal itu. Harapan semua orang: puasa diterima, sholat (tarawih diterima), dosa diampuni serta dimasukkan ke dalam surga ‘Ar Royan’ Surga bagi orang-orang yang berpuasa.

Namun yang terpenting adalah kita meraih taqwa. Sebagaimana penghujung QS. Al Baqarah 183: lallakum tattakun: agar kamu menjadi orang yang bertaqwa. Apa definisi taqwa? Sangat banyak definisi dari para ahli, namun intinya adalah ‘takut kepada Allah’ dalam pengertian: takut meninggalkan larangannya, dan takut takut tidak menjalankan perintahnya.

MELALUI BLOG INI, KEPADA SELURUH BLOGER DAN PEMBACA BLOG INI, SECARA PRIBADI SAYA MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI, MINAL AIDZIN WALFAIDZIN, TAQABBALLALLAHU MINNA WAMINKUM…..MOHON MAAF LAHIR BATHIN.