TEMPO Interaktif,Rabu, 28 April 2010
Jakarta – Menyambut Hari Pendidikan Nasional 2 Mei nanti, Kementerian Pendidikan Nasional meluncurkan program pendidikan karakter. “Untuk membangun keberadaban bangsa,” kata Sekretaris Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Bambang Indriyanto saat memberi keterangan tentang puncak Hardiknas nanti yang akan diperingati di Istana Negara di kantornya, Rabu (28/4). Puncak peringatan Hardiknas akan diadakan di Istana Negara.

Program Pendidikan Karakter yang sejatinya akan diluncurkan oleh Presiden pada saat itu dinilai sangat penting. Menurut Bambang, siswa dengan karakter yang kuat pada akhirnya akan meningkatkan mutu pendidikan nasional.

Beberapa karakter yang ingin dibangun berkaitan dengan nilai-nilai yang umum diterima secara luas oleh masyarakat, antara lain: kejujuran, disiplin, dan kebersihan. Sementara karakter yang bersifat kearifan lokal tetap diakomodasi melalui pendidikan yang spesifik di tiap daerah.

“Karakter di sini adalah yang bersifat common sense. Tentu tetap dibingkai dengan karakter yang sifatnya merupakan kearifan lokal,” kata Staf Khusus Menteri Bidang Komunikasi Media, Sukemi, menambahkan.

Sukemi mengatakan, karakter tersebut bukan hal yang baru di masyarakat. Karena itu, Kemen Diknas melihat program ini sebagai kesempatan untuk merevitalisasi pendidikan karakter. “Tidak ada yang baru dengan karakter yang akan dibangun. Karena itu tahun ini kami akan melakukan revitalisasi karakter-karakter ini,” ujar dia.

Menurut Sukemi, pembangunan karakter telah menjadi isu penting di berbagai Kementerian. Karena itu, Presiden akan mencanangkan program nasional pembangunan karakter bangsa. Dengan begitu, pembangunan karakter dapat dilakukan secara serempak di berbagai sektor pemerintahan.