A. Konflik Hindu-Muslim di India Anak benua India atau biasa disebut Asia Selatan, adalah pulau yang dikenal karena konflik keagamaan seperti antara Sikhs dan Hindu di India barat laut pada tahun 1980 dan 1990, atau antara Hindu tamil dan Budha Singhalese di Srilanka baru-baru ini (2008). Selanjutnya konfrontasi yang terjadi berulang kali adalah antara Hindu dan Muslim dan merupakan konflik beringas yang akan dijelaskan pada bab ini. Pada permulaan abad ke 21 Asia Selatan menjadi pusat umat muslim terbesar di dunia, dua kali lipat penduduk muslim di Indonesia. Tapi walaupun demikian, Muslim menjadi minoritas pada anak benua ini. Mereka hanya menempati 29% dari populasi dan terkonsentrasi pada dua wilayah, dua pertiga dari mereka hidup diPakistan, Bangladesh dan Maldives, sedangkan sisanya menempati India, Nepal dan Srilanka. Konflik berdarah India tak terelakkan lagi setelah gagalnya perundingan untuk menyelesaikan pertikaian antara umat Hindu dan muslim. Polisi di negara bagian Gujarat, menembak mati dua orang dari gerombolan massa yang membakar rumah-rumah milik orang Islam. Kelompok garis keras Hindu bertekad melaksanakan niatnya bersembahyang di tempat yang dipersengketakan. Jam malam diberlakukan di Desa Panvad, sekitar 100 kilometer dari kota utama Gujarat, Ahmedabad, setelah kerusuhan. Perdana Menteri India Atal Behari Vajpayee menyerukan agar ummat Hindu dan Muslim di negaranya segera mengakhiri konflik kekerasan menyangkut tempat suci di kota Ayodhya, India Utara. Vajpayee mengatakan, sengketa itu yang telah menyebabkan kerusuhan sektarian terburuk di India dalam satu dasawarsa ini, merupakan ancaman terhadap persatuan nasional. Lebih dari 700 orang tewas dalam huru-hara Hindu-Muslim kurang dari sebulan yang lalu (Februaru, 2002) di Negara bagian Gujarat, India Barat. Sementara itu, ratusan aktivis Hindu telah mengobrak-abrik kantor Dewan Perwakilan Rakyat negarabagian Orissa di India Timur dalam mendukung rencana Dewan Hindu Sedunia untuk membangun kuil di Ayodhya, di tanah yang juga di-klaim oleh pihak muslim sebagai tempat suci. Haren Pandiya, bekas menteri dalam negeri India, sedang mengendarai mobilnya pulang dari sebuah taman untuk menikmati udara pagi dan berolah raga dekat rumahnya di Ahmedabad, Negara Bagian Gujarat. Tiba-tiba sebuah mobil mendekatinya dan…dor! Pandiya terkulai. Pandiya, politisi dari partai nasionalis radikal Hindu yang berkuasa BJP (Bharatiya Janata Party), sempat dibawa ke rumah sakit, tapi nyawanya tak tertolong. Polisi menyatakan belum tahu berapa jumlah penyerang maupun motifnya. Di India pernah menjadi kejayaan Islam. Meskipun begitu, hingga sekarang umat Islam di India berposisi sebagai minoritas. Sejumlah khasanah Islam dikuasai umat Hindu dan dijadikan objek wisata. Umat Islam di India sekarang sekitar 100 juta jiwa yang berarti India negara ketiga terbesar yang berpenduduk muslim, setelah Indonesia dan Pakistan. Umat Islam di India nasibnya juga sama dengan dinegara-negara lain yang umat uslamnya minoritas, merka ditekan, ditindas penguasa ataupun umat non muslim (Hindu) yang minoritas. Sebagai contoh, penghancuran masjid Babri, Ayodhia, India pada bulan desember 1992. di Bombay terjadi pembunuhan besar-besaran terhadap sekitar 100 ribu jiwa, oleh partai ekstremis hindu yang berkuasa. Ribuan bangunan bersejarah yang dibangun raja-raja Islam kini menjadi puing yang mengenaskan, kemudian dijadikan objek wisata oelh umat Hindu. B. Konflik di Pakistan Setelah tragedi perpecahan Pakistan Barat-Pakistan Timur, Republik Islam Pakistan tetap selalu dirundung masalah. Selain sengketa abadi dengan India, baik mengenai perbatasan maupun “kepemilikan” Khasmir, juga sengketa internal yang senantiasa mengguncang sendi-sendi pemerintahan. Apakah konflik di Pakistan ada kaitannya dengan identitas Negara Islam? Faktanya, Pakistan memang berdiri untuk mengantisipasi aspirasi Umat Islam India, yang jumlahnya ketika itu mencapai 133,5 juta jiwa , namun terus hidup dibawah ketidak adilan dan tekanan Warga Hindu yang merupakan Mayoritas penduduk India. Pemicu pergolakan di Pakistan lebih pada perebutan kepentingan Pakistan dan Iran atas sumber minyak dan gas alam di Kysgyzstan dan Uzbekistan. Kedua negara ini disebut-sebut mempunyai deposit migas yang sangat besar dan baru sebagian kecil yang dieksplorasi. Persoalan yang dihadapi perusahaan penambangan di sini adalah memasarkan komoditas tersebut. Iran dan Pakistan menghendaki agar negaranya menjadi terminal utama, dengan membangun pipa migas melalui Afganistan. Dalam hal inilah siapa yang memenangkan pertarungan di Afganistan akan memenangkan negaranya dalam menampung migas dari Asia Tengah tersebut. C. Soal Kashmir Tahun 1339 Islam masuk ke Kashmir pada masa pemerintahan Akbar yang sebelumnya pusat Hindu dan Budha. 1750 direbut oleh Afganistan, 1819 direbut lagi oleh Gulab Singh. Ketika India dan Pakistan terbentuk 15 Agustus 1947, Kashmir tetap merdeka, tidak masuk India maupun Pakistan. Mengapa Kashmir menjadi penting? Bagi Pakistan, Kashmir penting karena soal geografis dan alam yang cukup menjanjikan. Yakni berupa sumber-sumber sungai. Sedangkan bagi India, Kashmir penting juga karena persoalan letak geografis disamping tempat yang bersejarah bagi agama Hindu. (Subantardjo, 1954: 61-62).