a. Peristiwa Amritstar
Setiap ada upaya untuk merebut kemerdekaan dari para kolonialisme dan imprealisme barat biasanya selalu didahului oleh berbagai persitiwa. Di India ketika di jajah oleh Inggris juga demikian, yakni didahului sebuah peristiwa, diantara yang terhebat yakni peristiwa Amritstar. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 13 April 1919. Waktu itu terjadi pembunuhan missal oleh para serdadu Inggris yang dipimpin oleh Jenderal Dyer. Tidak terlalu jelas mengapa pembunuhan itu terjadi. Mungkin karena kepongahan serdadu dan jenderal Inggris waktu itu. Namun, memang waktu itu pemerintah Inggris mengeluarkan peraturan bahwa warga Negara dilarang melakukan aktivitas mengumpulkan orang lebih dari 4.

Peristiwa Amritstar telah memompa semangat “jihad”—versi Hindu—untuk membalas dan sekaligus tidak akan melupakan peristiwa itu. Lebih dari 400 jiwa yang mati sia-sia, lebih dari 1000 luka parah. Sungguh sebuah peristiwa yang mencengangkan masyarakat India dan sekaligus sebagai cambuk semangat nasionalisme India yang berkembang kemudian.

b. Berdirinya organisasi-organisasi
Sebelum kemerdekaan India diperoleh, berbagai organisasi muncul di India, baik yang bersifat cultural maupun politik. Munculnya organisasi ini tidak lain karena masyarakat India sudah mulai sadar akan eksistensinya. Keberadaan orang-orang terpelajar waktu itu telah berhasil memberikan motivasi kepada masyarakat India : Kita harus merdeka dari pejajahan Inggris.

1. Organisasi Lokal Cultural
-Brahma Samadj (1830) dipimpin oleh Rram Mohan Roy. Menekankan dan meningkatkan kepercayaan dan keyakinan masyarakat terhadap Tuhan.
-Sadharma Brahma Samadj dipimpin oleh Keshub Chandra Sen, adanya keinginan untuk menghapuskan adat-adat yang kuno.
-Arya Samadj (1875) bertujuan untuk memurnikan ajaran agama Hindu sesuai dengan aslinya.

2. Organisasi Nasional Kebangsaan
Dua organisasi kebangsaan India yang getol memperjuangkan kemerdekaan India yakni (a) Indian National Congress (1885) dan (b) Liga Muslim. Di Kalangan Indian National Kongres terdapat dua kubu yang saling bertentangan. Yakni kubu moderat dan ekstrim. Ciri kubu moderat selalu mengamini kehendak Inggris. Sedangkan kelompok ekstrim sering menentang kehendak Inggris. Kelompok Ekstrim ini kemudian memunculkan Mahatma Gandhi sebagai pemimpinnya dan ia juga yang telah menanamkan kesadaran berbangsa kepada masyarakat India melalui berbagai ajarannya yakni Ahimsa (tidak melawan), (2) Satryagraha (nonkooperasi); (3) Hartal (mogok); (4) Swadesi (percaya terhadap kekuatan sendiri.

Kelompok Hindu dan Muslim di All India National Kongres ternyata mengalami berbagai masalah. Dampak dari perseteruan ini akhirnya kelompok India Muslim membentuk partai sendiri yang mereka namakan Liga Muslim (1906). Tidak terlalu jelas penyebab perseteruan. Namun jika dilihat menurut kacamara historis maka dapat dibaca bahwa antara orang Hindu dan Muslim sejak dulu telah terjadi berbagai perselisihan, bahkan sampai sekarang. Namun yang jelas, tidak diakomodasinya kehendak kelompk India Muslim waktu itu membuat para tokoh India Muslim membentuk organisasi sendiri, yakni Liga Muslim.