Wilayah laut merupakan tempat berusaha bebas (seperti halnya daerah hutan bagi masyarakat darat yang mengembara di hutan untuk mengumpulkan makanan. Dalam hal ini soal hak milik tidak berlaku sehingga masing-masing orang berusaha secara bebas untuk mengambilnya untuk keperluan nafkah sehari-hari.

Hal tersebut dapat dikatagorikan sebagai perburuan bagi masyarakat yang paling awal. Sementara dalam peradaban yang lebih tinggi disebut perompakan. Dulu ada juga istilah “Hak Tawan Karang” yaitu hak yang dimiliki oleh suatu masyarakat (Negara) apabila ada sesuatu di pantai yang terdampar. Pranata perdagangan muncul karena ada kebutuhan akan barang yang tidak dipunyai sehingga harus diperoleh dari pihak yang mempunyai. Biasanya diperoleh dengan jalan tukar-menukar dan pada tingkat yang lebih maju diperoleh dengan cara jual beli.

Hal demikian memerlukan interaksi antar kelompok dengan cara damai, sedangkan apabila hubungan demikian tidak ada, maka terjadilah perampasan, yang di laut dilakukan oleh bajak laut (perompakan).

Pertanyaan: Sejak kapan terjadinya perompakan? Dari suku bangsa apa saja yang mengawali perompakan di Nusantara pada awal kedatangan bangsa asing? Dan mengapa mereka melakukan perompakan?

Catatan: kelompok 2-3 orang. Jawaban diketik 2 spasi dan diprint out. Kumpul tanggal 17 November 2009 (saat kuliah)