Pembangunan maritim Indonesia sebenarnya merupakan pengulangan sejarah dari kejayaan martim Nusantara yang terhenti akibat visi pembangunan yang terlampau berpihak pada pembangunan kontinental. Kejayaan maritim Nusantara terungkap dari peristiwa masa lalu. Diantara sekian banyak kejayaan maritim Nusantara yang terkait dengan dunia global, maka peristiwa yang berkaitan dengan perdaganagan dan transportasi laut tergolong spektakuler. Harga komoditi (khususnya rempah-rempah) yang demikian tinggi nilainyadi pasaran dunia, telah merangsang saudagar manca Negara melakukan perdagangan melalui lautan di kerajaan Osmania Turki. Mereka memperketat hegemoni perdagangan rempah-rempah Indonesia di India dan Timur Tengah. Untuk masuk pasaran Eropa maka saudagar Turki menggunakan pelabuhan Venesia di Italia.

Sejalan dengan itu, maka lahirlah kerajaan-kerajaan Islam pantai ebagai bagian mata rantai dari perdagangan dunia dan hal itu ditandai dengan berakhirnya kerajaan Majapahit (abad ke 15). Kerajaan-kerajaan Islam pantai tersebut meletakkan kekuatannya pada perdagangan laut. Pelabuhan kerajaan-kerajaan maritime yang lebih terkenal dengan istilah Bandar yang berarti daerah wilayah perdagangan yang dipimpin oleh penguasa pelabuhan dengan gelar Syah Bandar, berkembang Bandar pelabuhan pada saat itu termaju adalah Pasai di Aceh, Banten, Demak, Cirebon, Tuban, Gresik, Makasar (Kerajaan Goa dan Tallo), Buton, Ternate , Tidore, Jaylolo dan Bacan yang kesemuanya merupakan kota-kota pelabuhan atau Bandar yang menjadi lintasan perdagangan rempah-rempah dari kepulauan Maluku menuju India melalui Selat Malaka dan kemudian menyebar ke Timur Tengah sampai Eropa.

Rempah-rempah menjadi penting untuk dikonsumsi oleh masyarakat Eropa, ketika penyakit menular mulai muncul, seperti demam, disentri dan pes di Portugis, Spanyol dan Inggris. Dan mereka menyakini bahwa berdasarkan temuan dan juga mitos bahwa rempah-rempah (khususnya cengkeh dan pala) mampu mengobati penyakit tersebut. Disamping itu, juga bisa untuk penyedap makanan untuk menyegarkan tubuh yang sangat digemari oleh para bangsawan di Mancanegara. Akibatnya, Negara-negara Eropa berusaha keras untuk mencari jalan lain di luar hegemoni perdagangan yang dikuasai oleh Kerajaan Turki Usmani.

Tugas Individu:
Buat peta dunia ukuran A3, lalu berikan arah panah jalur sutera darat, jalur sutera laut, dan jalur perdagangan/perjalanan bangsa-bangsa eropa (Spanyol, Portugis, Belanda, dan Inggris) sampai ke Indonesia (khususnya Maluku sebagai daerah tujuan rempah-rempah).

Catatan: tugas dikumpul pada tanggal 8 Oktober 2009 (pada saat kuliah)