You are currently browsing the monthly archive for Desember 2009.

A. Konflik Hindu-Muslim di India Anak benua India atau biasa disebut Asia Selatan, adalah pulau yang dikenal karena konflik keagamaan seperti antara Sikhs dan Hindu di India barat laut pada tahun 1980 dan 1990, atau antara Hindu tamil dan Budha Singhalese di Srilanka baru-baru ini (2008). Selanjutnya konfrontasi yang terjadi berulang kali adalah antara Hindu dan Muslim dan merupakan konflik beringas yang akan dijelaskan pada bab ini. Pada permulaan abad ke 21 Asia Selatan menjadi pusat umat muslim terbesar di dunia, dua kali lipat penduduk muslim di Indonesia. Tapi walaupun demikian, Muslim menjadi minoritas pada anak benua ini. Mereka hanya menempati 29% dari populasi dan terkonsentrasi pada dua wilayah, dua pertiga dari mereka hidup diPakistan, Bangladesh dan Maldives, sedangkan sisanya menempati India, Nepal dan Srilanka. Konflik berdarah India tak terelakkan lagi setelah gagalnya perundingan untuk menyelesaikan pertikaian antara umat Hindu dan muslim. Polisi di negara bagian Gujarat, menembak mati dua orang dari gerombolan massa yang membakar rumah-rumah milik orang Islam. Kelompok garis keras Hindu bertekad melaksanakan niatnya bersembahyang di tempat yang dipersengketakan. Jam malam diberlakukan di Desa Panvad, sekitar 100 kilometer dari kota utama Gujarat, Ahmedabad, setelah kerusuhan. Perdana Menteri India Atal Behari Vajpayee menyerukan agar ummat Hindu dan Muslim di negaranya segera mengakhiri konflik kekerasan menyangkut tempat suci di kota Ayodhya, India Utara. Vajpayee mengatakan, sengketa itu yang telah menyebabkan kerusuhan sektarian terburuk di India dalam satu dasawarsa ini, merupakan ancaman terhadap persatuan nasional. Lebih dari 700 orang tewas dalam huru-hara Hindu-Muslim kurang dari sebulan yang lalu (Februaru, 2002) di Negara bagian Gujarat, India Barat. Sementara itu, ratusan aktivis Hindu telah mengobrak-abrik kantor Dewan Perwakilan Rakyat negarabagian Orissa di India Timur dalam mendukung rencana Dewan Hindu Sedunia untuk membangun kuil di Ayodhya, di tanah yang juga di-klaim oleh pihak muslim sebagai tempat suci. Haren Pandiya, bekas menteri dalam negeri India, sedang mengendarai mobilnya pulang dari sebuah taman untuk menikmati udara pagi dan berolah raga dekat rumahnya di Ahmedabad, Negara Bagian Gujarat. Tiba-tiba sebuah mobil mendekatinya dan…dor! Pandiya terkulai. Pandiya, politisi dari partai nasionalis radikal Hindu yang berkuasa BJP (Bharatiya Janata Party), sempat dibawa ke rumah sakit, tapi nyawanya tak tertolong. Polisi menyatakan belum tahu berapa jumlah penyerang maupun motifnya. Di India pernah menjadi kejayaan Islam. Meskipun begitu, hingga sekarang umat Islam di India berposisi sebagai minoritas. Sejumlah khasanah Islam dikuasai umat Hindu dan dijadikan objek wisata. Umat Islam di India sekarang sekitar 100 juta jiwa yang berarti India negara ketiga terbesar yang berpenduduk muslim, setelah Indonesia dan Pakistan. Umat Islam di India nasibnya juga sama dengan dinegara-negara lain yang umat uslamnya minoritas, merka ditekan, ditindas penguasa ataupun umat non muslim (Hindu) yang minoritas. Sebagai contoh, penghancuran masjid Babri, Ayodhia, India pada bulan desember 1992. di Bombay terjadi pembunuhan besar-besaran terhadap sekitar 100 ribu jiwa, oleh partai ekstremis hindu yang berkuasa. Ribuan bangunan bersejarah yang dibangun raja-raja Islam kini menjadi puing yang mengenaskan, kemudian dijadikan objek wisata oelh umat Hindu. B. Konflik di Pakistan Setelah tragedi perpecahan Pakistan Barat-Pakistan Timur, Republik Islam Pakistan tetap selalu dirundung masalah. Selain sengketa abadi dengan India, baik mengenai perbatasan maupun “kepemilikan” Khasmir, juga sengketa internal yang senantiasa mengguncang sendi-sendi pemerintahan. Apakah konflik di Pakistan ada kaitannya dengan identitas Negara Islam? Faktanya, Pakistan memang berdiri untuk mengantisipasi aspirasi Umat Islam India, yang jumlahnya ketika itu mencapai 133,5 juta jiwa , namun terus hidup dibawah ketidak adilan dan tekanan Warga Hindu yang merupakan Mayoritas penduduk India. Pemicu pergolakan di Pakistan lebih pada perebutan kepentingan Pakistan dan Iran atas sumber minyak dan gas alam di Kysgyzstan dan Uzbekistan. Kedua negara ini disebut-sebut mempunyai deposit migas yang sangat besar dan baru sebagian kecil yang dieksplorasi. Persoalan yang dihadapi perusahaan penambangan di sini adalah memasarkan komoditas tersebut. Iran dan Pakistan menghendaki agar negaranya menjadi terminal utama, dengan membangun pipa migas melalui Afganistan. Dalam hal inilah siapa yang memenangkan pertarungan di Afganistan akan memenangkan negaranya dalam menampung migas dari Asia Tengah tersebut. C. Soal Kashmir Tahun 1339 Islam masuk ke Kashmir pada masa pemerintahan Akbar yang sebelumnya pusat Hindu dan Budha. 1750 direbut oleh Afganistan, 1819 direbut lagi oleh Gulab Singh. Ketika India dan Pakistan terbentuk 15 Agustus 1947, Kashmir tetap merdeka, tidak masuk India maupun Pakistan. Mengapa Kashmir menjadi penting? Bagi Pakistan, Kashmir penting karena soal geografis dan alam yang cukup menjanjikan. Yakni berupa sumber-sumber sungai. Sedangkan bagi India, Kashmir penting juga karena persoalan letak geografis disamping tempat yang bersejarah bagi agama Hindu. (Subantardjo, 1954: 61-62).

A. Konflik Hindu-Muslim di India


Anak benua India atau biasa disebut Asia Selatan, adalah pulau yang dikenal karena konflik keagamaan seperti antara Sikhs dan Hindu di India barat laut pada tahun 1980 dan 1990, atau antara Hindu tamil dan Budha Singhalese di Srilanka baru-baru ini (2008). Selanjutnya konfrontasi yang terjadi berulang kali adalah antara Hindu dan Muslim dan merupakan konflik beringas yang akan dijelaskan pada bab ini.

Pada permulaan abad ke 21 Asia Selatan menjadi pusat umat muslim terbesar di dunia, dua kali lipat penduduk muslim di Indonesia. Tapi walaupun demikian, Muslim menjadi minoritas pada anak benua ini. Mereka hanya menempati 29% dari populasi dan terkonsentrasi pada dua wilayah, dua pertiga dari mereka hidup diPakistan, Bangladesh dan Maldives, sedangkan sisanya menempati India, Nepal dan Srilanka.

Konflik berdarah India tak terelakkan lagi setelah gagalnya perundingan untuk menyelesaikan pertikaian antara umat Hindu dan muslim. Polisi di negara bagian Gujarat, menembak mati dua orang dari gerombolan massa yang membakar rumah-rumah milik orang Islam. Kelompok garis keras Hindu bertekad melaksanakan niatnya bersembahyang di tempat yang dipersengketakan. Jam malam diberlakukan di Desa Panvad, sekitar 100 kilometer dari kota utama Gujarat, Ahmedabad, setelah kerusuhan.

Perdana Menteri India Atal Behari Vajpayee menyerukan agar ummat Hindu dan Muslim di negaranya segera mengakhiri konflik kekerasan menyangkut tempat suci di kota Ayodhya, India Utara. Vajpayee mengatakan, sengketa itu yang telah menyebabkan kerusuhan sektarian terburuk di India dalam satu dasawarsa ini, merupakan ancaman terhadap persatuan nasional. Lebih dari 700 orang tewas dalam huru-hara Hindu-Muslim kurang dari sebulan yang lalu (Februaru, 2002) di Negara bagian Gujarat, India Barat. Sementara itu, ratusan aktivis Hindu telah mengobrak-abrik kantor Dewan Perwakilan Rakyat negarabagian Orissa di India Timur dalam mendukung rencana Dewan Hindu Sedunia untuk membangun kuil di Ayodhya, di tanah yang juga di-klaim oleh pihak muslim sebagai tempat suci.
Haren Pandiya, bekas menteri dalam negeri India, sedang mengendarai mobilnya pulang dari sebuah taman untuk menikmati udara pagi dan berolah raga dekat rumahnya di Ahmedabad, Negara Bagian Gujarat. Tiba-tiba sebuah mobil mendekatinya dan…dor! Pandiya terkulai.

Pandiya, politisi dari partai nasionalis radikal Hindu yang berkuasa BJP (Bharatiya Janata Party), sempat dibawa ke rumah sakit, tapi nyawanya tak tertolong. Polisi menyatakan belum tahu berapa jumlah penyerang maupun motifnya.
Di India pernah menjadi kejayaan Islam. Meskipun begitu, hingga sekarang umat Islam di India berposisi sebagai minoritas. Sejumlah khasanah Islam dikuasai umat Hindu dan dijadikan objek wisata. Umat Islam di India sekarang sekitar 100 juta jiwa yang berarti India negara ketiga terbesar yang berpenduduk muslim, setelah Indonesia dan Pakistan. Umat Islam di India nasibnya juga sama dengan dinegara-negara lain yang umat uslamnya minoritas, merka ditekan, ditindas penguasa ataupun umat non muslim (Hindu) yang minoritas. Sebagai contoh, penghancuran masjid Babri, Ayodhia, India pada bulan desember 1992. di Bombay terjadi pembunuhan besar-besaran terhadap sekitar 100 ribu jiwa, oleh partai ekstremis hindu yang berkuasa. Ribuan bangunan bersejarah yang dibangun raja-raja Islam kini menjadi puing yang mengenaskan, kemudian dijadikan objek wisata oelh umat Hindu.

B. Konflik di Pakistan
Setelah tragedi perpecahan Pakistan Barat-Pakistan Timur, Republik Islam Pakistan tetap selalu dirundung masalah. Selain sengketa abadi dengan India, baik mengenai perbatasan maupun “kepemilikan” Khasmir, juga sengketa internal yang senantiasa mengguncang sendi-sendi pemerintahan.

Apakah konflik di Pakistan ada kaitannya dengan identitas Negara Islam? Faktanya, Pakistan memang berdiri untuk mengantisipasi aspirasi Umat Islam India, yang jumlahnya ketika itu mencapai 133,5 juta jiwa , namun terus hidup dibawah ketidak adilan dan tekanan Warga Hindu yang merupakan Mayoritas penduduk India.

Pemicu pergolakan di Pakistan lebih pada perebutan kepentingan Pakistan dan Iran atas sumber minyak dan gas alam di Kysgyzstan dan Uzbekistan. Kedua negara ini disebut-sebut mempunyai deposit migas yang sangat besar dan baru sebagian kecil yang dieksplorasi. Persoalan yang dihadapi perusahaan penambangan di sini adalah memasarkan komoditas tersebut.

Iran dan Pakistan menghendaki agar negaranya menjadi terminal utama, dengan membangun pipa migas melalui Afganistan. Dalam hal inilah siapa yang memenangkan pertarungan di Afganistan akan memenangkan negaranya dalam menampung migas dari Asia Tengah tersebut.

C. Soal Kashmir
Tahun 1339 Islam masuk ke Kashmir pada masa pemerintahan Akbar yang sebelumnya pusat Hindu dan Budha. 1750 direbut oleh Afganistan, 1819 direbut lagi oleh Gulab Singh. Ketika India dan Pakistan terbentuk 15 Agustus 1947, Kashmir tetap merdeka, tidak masuk India maupun Pakistan. Mengapa Kashmir menjadi penting? Bagi Pakistan, Kashmir penting karena soal geografis dan alam yang cukup menjanjikan. Yakni berupa sumber-sumber sungai. Sedangkan bagi India, Kashmir penting juga karena persoalan letak geografis disamping tempat yang bersejarah bagi agama Hindu. (Subantardjo, 1954: 61-62).

Masalah kemaritiman dan peraraian telah kita pelajari bersama sejak masalah  pelayaran dan perdagangan pada masa kuno hingga modern. Beberapa masalah pun muncul kemudian yang berkaitan dengan hal itu, sejak masalah bajak laut sampai masalah kebijakan pemerintah Indonesia dalam bidang kemaritiman. Oleh karena itu, untuk memahami secara komprehensif tentang masalah-masalah peraraian dan kemaritiman Indonesia dan dunia, maka bagi peserta MK Sejarah Maritim diwajibkan membuat tugas akhir berupa kliping dengan satu tema satu kelompok (2-3 orang). Setelah kliping dibuat, misalnya dengan tema objek wisata laut, kecelakaan laut, jenis-jenis kapal laut, fungsi ekonomi dan politik laut, masalah kepulauan Indonesia (mis. Ambalat), fungsi pelabuhan, pelabuhan peningkatan ekonomi masyarakat, aktivitas pelabuhan Bandarmasih (Tanjung Perak, Tanjung Priok, Tanjung Emas, dll), Dampak pembuatan Jembatan antar pulau (Mis. Jembatan Suramadu, Barito, Mahakam, dll), Pasar Terapung, Transportasi laut, dll (bisa cari sendiri temanya asal sesuai dengan dunia kemaritiman dan peraraian).

Tugas kelompok (2-3) dikumpul saat final. Setelah kliping dibuat berdasarkan tema tertentu lalu dianalisis (3-5 hal). Setiap kliping (koran, majalah, dll) harus ditulis nama dan tanggal referensinya. Mis. Banjarmasin post, 1 Maret 2009.

A. Pemikir Periode Klasik (Sebelum Masehi -SM) (1) Socrates; (2) Plato; (3) Arestoteles
B. Pemikir Periode Abad Pertengahan (awal masehi sampai abad 14-an):(1) Augustinus (354 – 430 M); (2)Al-Kindi (801 M -873 M); (3)Al-Farabi (870 M – 950 M); (4) Ibn Sina (5) Ibn Timiyah; (6) Ibn Maskawaih; (7) Saint Anselm (1033–1109); (8) Robert Grosseteste (1170–1253); (9) Thomas Aquinas (1225–1274); (10) al-Mawardi (Abu Hasan Ali bin Muhammad bin Habib al-Mawardi (975 M -1058 M); (11) Muhammad Al-Rawi (1230 M).

C. Pemikir Periode Reneissance (sekitar abd 15-an)(1) Erasmus (1466-1536); (2) Ibn Khaldun (1406); (3) Leonardo Da Vinci; (4) Michelangelo; (5) Nicolaus Copernicus (1478-1543); (6) Galileo Galilei (1546-1642); (7) Johannes Keppler (1571-1642); (8) Ahmad Ibnu Majid; (9)

D. Pemikir Periode Modern/Kontemporer Barat (Pasca tahun 1500-an atau abad ke 16): (1) George Wilhelm Friedrich Hegel (1770-1831); (2) Karl Marx (1818); (3) Friedrich Wilhelm Nietzsche (1844 –1900); (4) Rene Descartes; (5) Michel Foucault; (6) Auguste Comte; (7) John Dewey; (8) Edmund Husserl; (9) Jean-Paul Sartre; (10) Collingwood; (11) F. Engels; (12) Lenin; (13) Weber; (14) Rabindranat Tagore; (15) Sigmund Freud; (16) Ernest Casierer (17) Cliffort Geertz; (17) Dipesh Chakrabarty; (18) Peter Burger; (19) Ben Anderson; (20)Hans Kohn; (21) Malthus (1766-1863); (22) Derrida (23) Alun Munslow (24) Niccolo Machiavelli (25) Arnold J Toynbee; (26) Neil J Smelser; (27) Lewis Coser; (28)Anthony Giddens; (29) C. Lasch, E. Fromm.

E. Pemikir Periode Modern/Kontemporer Muslim: (1) Al Maududi; (2) Jamaluddin Al-Afghani; (3) Muhammad Abduh; (4) Muhammad Iqbal; (5) Ali Syariati; (6) Sayyid Hossein Nasr; (7) Ayatullah Khomaeni; (8) Ismail al-Faruqi; (9) Hasan Hanafi; (10) Sayyid Ameer Ali; (11) Taha Husein; (12)Fazlur Rahman; (13) Muhammad Arkoun; (14) Abul A’la al-Maududi, (15) Sayyid Quthb; (16) HOS Cokroaminoto; (17) Soekarno; (18) M. Natsir; (19) Hamka; (20) Nurcholis Madjid; (21) Abdurrahman Wahid; (22) Tan Malaka; (23) Syech Muhammad Arsyad Al Banjari; (24) Sartono Kartodirdjo; (25) Kuntowijoyo.

Tugas: Tugas individu MK Sejarah Intelektual Reg. B. Jenis tugas artikel ilmiah, harus berdasarkan sumber/referensi (dibagi sendiri, tidak boleh sama. Jika kurang bahan, bisa diganti) diketik 2 spasi maks. 10 hal. Dikumpul saat final tes dalam bentuk cd ( 1 cd boleh 5-10 orang/file atau semua file).

a. Peristiwa Amritstar
Setiap ada upaya untuk merebut kemerdekaan dari para kolonialisme dan imprealisme barat biasanya selalu didahului oleh berbagai persitiwa. Di India ketika di jajah oleh Inggris juga demikian, yakni didahului sebuah peristiwa, diantara yang terhebat yakni peristiwa Amritstar. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 13 April 1919. Waktu itu terjadi pembunuhan missal oleh para serdadu Inggris yang dipimpin oleh Jenderal Dyer. Tidak terlalu jelas mengapa pembunuhan itu terjadi. Mungkin karena kepongahan serdadu dan jenderal Inggris waktu itu. Namun, memang waktu itu pemerintah Inggris mengeluarkan peraturan bahwa warga Negara dilarang melakukan aktivitas mengumpulkan orang lebih dari 4.

Peristiwa Amritstar telah memompa semangat “jihad”—versi Hindu—untuk membalas dan sekaligus tidak akan melupakan peristiwa itu. Lebih dari 400 jiwa yang mati sia-sia, lebih dari 1000 luka parah. Sungguh sebuah peristiwa yang mencengangkan masyarakat India dan sekaligus sebagai cambuk semangat nasionalisme India yang berkembang kemudian.

b. Berdirinya organisasi-organisasi
Sebelum kemerdekaan India diperoleh, berbagai organisasi muncul di India, baik yang bersifat cultural maupun politik. Munculnya organisasi ini tidak lain karena masyarakat India sudah mulai sadar akan eksistensinya. Keberadaan orang-orang terpelajar waktu itu telah berhasil memberikan motivasi kepada masyarakat India : Kita harus merdeka dari pejajahan Inggris.

1. Organisasi Lokal Cultural
-Brahma Samadj (1830) dipimpin oleh Rram Mohan Roy. Menekankan dan meningkatkan kepercayaan dan keyakinan masyarakat terhadap Tuhan.
-Sadharma Brahma Samadj dipimpin oleh Keshub Chandra Sen, adanya keinginan untuk menghapuskan adat-adat yang kuno.
-Arya Samadj (1875) bertujuan untuk memurnikan ajaran agama Hindu sesuai dengan aslinya.

2. Organisasi Nasional Kebangsaan
Dua organisasi kebangsaan India yang getol memperjuangkan kemerdekaan India yakni (a) Indian National Congress (1885) dan (b) Liga Muslim. Di Kalangan Indian National Kongres terdapat dua kubu yang saling bertentangan. Yakni kubu moderat dan ekstrim. Ciri kubu moderat selalu mengamini kehendak Inggris. Sedangkan kelompok ekstrim sering menentang kehendak Inggris. Kelompok Ekstrim ini kemudian memunculkan Mahatma Gandhi sebagai pemimpinnya dan ia juga yang telah menanamkan kesadaran berbangsa kepada masyarakat India melalui berbagai ajarannya yakni Ahimsa (tidak melawan), (2) Satryagraha (nonkooperasi); (3) Hartal (mogok); (4) Swadesi (percaya terhadap kekuatan sendiri.

Kelompok Hindu dan Muslim di All India National Kongres ternyata mengalami berbagai masalah. Dampak dari perseteruan ini akhirnya kelompok India Muslim membentuk partai sendiri yang mereka namakan Liga Muslim (1906). Tidak terlalu jelas penyebab perseteruan. Namun jika dilihat menurut kacamara historis maka dapat dibaca bahwa antara orang Hindu dan Muslim sejak dulu telah terjadi berbagai perselisihan, bahkan sampai sekarang. Namun yang jelas, tidak diakomodasinya kehendak kelompk India Muslim waktu itu membuat para tokoh India Muslim membentuk organisasi sendiri, yakni Liga Muslim.

Komentar Terakhir

syaharuddin on Sejarah PGRI
syaharuddin on Final Tes Sejarah Pendidikan I…
syaharuddin on Studi (Negara) Postkoloni…
syaharuddin on Al Idrisi: Sang Geografer Musl…
syaharuddin on Si Jenius yang Religius

Flickr Photos

The guardian

Untitled

1/4 daguerreotype plate in hand

More Photos

 

Desember 2009
S S R K J S M
« Nov   Mar »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Blog Stats

  • 77,097 hits
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.