You are currently browsing the daily archive for Oktober 4, 2009.

Pembangunan maritim Indonesia sebenarnya merupakan pengulangan sejarah dari kejayaan martim Nusantara yang terhenti akibat visi pembangunan yang terlampau berpihak pada pembangunan kontinental. Kejayaan maritim Nusantara terungkap dari peristiwa masa lalu. Diantara sekian banyak kejayaan maritim Nusantara yang terkait dengan dunia global, maka peristiwa yang berkaitan dengan perdaganagan dan transportasi laut tergolong spektakuler. Harga komoditi (khususnya rempah-rempah) yang demikian tinggi nilainyadi pasaran dunia, telah merangsang saudagar manca Negara melakukan perdagangan melalui lautan di kerajaan Osmania Turki. Mereka memperketat hegemoni perdagangan rempah-rempah Indonesia di India dan Timur Tengah. Untuk masuk pasaran Eropa maka saudagar Turki menggunakan pelabuhan Venesia di Italia.

Sejalan dengan itu, maka lahirlah kerajaan-kerajaan Islam pantai ebagai bagian mata rantai dari perdagangan dunia dan hal itu ditandai dengan berakhirnya kerajaan Majapahit (abad ke 15). Kerajaan-kerajaan Islam pantai tersebut meletakkan kekuatannya pada perdagangan laut. Pelabuhan kerajaan-kerajaan maritime yang lebih terkenal dengan istilah Bandar yang berarti daerah wilayah perdagangan yang dipimpin oleh penguasa pelabuhan dengan gelar Syah Bandar, berkembang Bandar pelabuhan pada saat itu termaju adalah Pasai di Aceh, Banten, Demak, Cirebon, Tuban, Gresik, Makasar (Kerajaan Goa dan Tallo), Buton, Ternate , Tidore, Jaylolo dan Bacan yang kesemuanya merupakan kota-kota pelabuhan atau Bandar yang menjadi lintasan perdagangan rempah-rempah dari kepulauan Maluku menuju India melalui Selat Malaka dan kemudian menyebar ke Timur Tengah sampai Eropa.

Rempah-rempah menjadi penting untuk dikonsumsi oleh masyarakat Eropa, ketika penyakit menular mulai muncul, seperti demam, disentri dan pes di Portugis, Spanyol dan Inggris. Dan mereka menyakini bahwa berdasarkan temuan dan juga mitos bahwa rempah-rempah (khususnya cengkeh dan pala) mampu mengobati penyakit tersebut. Disamping itu, juga bisa untuk penyedap makanan untuk menyegarkan tubuh yang sangat digemari oleh para bangsawan di Mancanegara. Akibatnya, Negara-negara Eropa berusaha keras untuk mencari jalan lain di luar hegemoni perdagangan yang dikuasai oleh Kerajaan Turki Usmani.

Tugas Individu:
Buat peta dunia ukuran A3, lalu berikan arah panah jalur sutera darat, jalur sutera laut, dan jalur perdagangan/perjalanan bangsa-bangsa eropa (Spanyol, Portugis, Belanda, dan Inggris) sampai ke Indonesia (khususnya Maluku sebagai daerah tujuan rempah-rempah).

Catatan: tugas dikumpul pada tanggal 8 Oktober 2009 (pada saat kuliah)

Masa Raja-Raja Gupta atau Masa Keemasan Hindu (320-606 M)

Pada masa Raja Gupta, kerajaan dipimpin oleh Chandra Gupta I (230-330 M), Samudera Gupta, 330-375 M). Para penguasa waktu itu dapat digolongkan sama dengan Pemerintahan Napoleon. Daerah utama yg menjadi taklukan adalah Hindustan dan negeri-negeri di sebelah utaranya. Setelah berhasil menguasai wilayah utara kemudian dilanjutkan ke negeri bagian selatan. Akibatnya beberapa kerajaan penting seperti kerajaan Kalinga dan Pallava (wa) menjadi takluk (daerah Madras Sekarang).

Hubungan diplomasi dilakukan juga dengan Raja Ceylon (Budha). Dampak hubungan itu adalah agama Budha di negeri itu terlindungi. Masa Chandragupta II (Vikramaditya) wilayah semakin luas, yaitu: Daerah sekitar Indus (yg dikuasai oleh orang Saka. India Barat: Gujarat dan Malwa juga dirampas. Dampaknya adalah Kerajaan Gupta dapat memiliki pelabuhan-pelabuhan. Aktivitas di pelabuhan menyebabkan Gupta mengadakan hubungan dengan negeri-negeri Arab dan Mesir melalui Laut Merah.

Gambaran Kerajaan Gupta pada masa ini yakni: kerajaan dan rakyat makmur dan sentosa, pemerintahan dijalankan dengan bijaksana selama lebih dari 30 tahun. Kesusastraaan berkembang, kitab-kitab kuno yang berbahasa Sanskrit dipelajari dan diselidiki. Pujangga yg masur pd waktu itu adalah Kalidasa. Selain itu, juga berkembang ilmu falak (ilmu bintang), ahlinya yakni : Aryabatha dan Varahmihira. Seni Suara juga dipelajari; pandai logam (membuat seni ukir; bangunan-bangunan, candi-candi, istana-istana juga didirikan; Bangunan itu sudah hamper punah, yg menurut pemberitaan dihancurkan oleh tentara Islam. Namun setelah raja wafat (415 M), lambat laun kerajaan semakin mundur. Penyebabnya adalah banyaknya desakan-desakan dari negeri bawahan untuk melepaskan diri (bangsa Huns, runtuh tahun 565 M); ketidakcakapan para penggantinya juga merupakan hal yg membuat kerajaan menjadi mundur. Pasca pemerintahan itu diganti oleh Raja Harsya (606-647 M).

Catatan: Tugas mahasiswa regular A dan B. sbb:
1. Tentang bangsa Arya

2. Tentang perkembangan Agama Hindua

3. Tentang perkembangan Agama Budha

4. Masa sebelum  keemasan Hindu (320-606 M) (pilih 1 atau 2 kerajaan: cermati kehidupan sosial budaya, ekonomi, politik, dll)

5. Masa sesudah  keemasan Hindu (320-606 M) (pilih 1 atau 2 kerajaan: cermati kehidupan sosial budaya, ekonomi, politik, dll)
6. Masuknya Islam di India
7. Masa Pemerintahan Moghul (akbar, shahjehan, dst. cermati kehidupan sosial budaya, ekonomi, politik, dll)
8. Masuknyanya kolonialisme Barat di India
9. Nasionalisme India
10. Perkembangan gerakan kemerdekaan Bangladesh
11. Perkembangan gerakan kemerdekaan Pakistan
12. Perkembangan gerakan kemerdekaan Srilanka
13. Masalah perkembangan gerakan di Afganistan
14. Masalah Kashmir
15. Biografi Nehru
16. Biografi Mahatma Gandhi

Catatan: waktu tugas dua minggu setelah tugas ini diposting, kelompok 2-3 orang, kirim lewat email:fikri_025@yahoo.co.id dan diprint out.

MASA VEREENIGDE OOST-INDISCHE COMPAGNIE (VOC)

VOC adalah sebuah perusahaan yang didirikan dengan tujuan untuk menghindari persaingan antar sesama pedagang Belanda, sekaligus untuk menyaingi perusahaan imperialis lain seperti EIC (Inggris). VOC diberi hak Octrooi, yang antara lain meliputi : (a) Hak mencetak uang; (b) Hak mengangkat dan memberhentikan pegawai; (c) Hak menyatakan perang dan damai; (d) Hak untuk membuat angkatan bersenjata sendiri; dan (e) Hak untuk membuat perjanjian dengan raja-raja.

Hak-hak itu seakan melegalkan keberadaan VOC sebagai “penguasa” Hindia Belanda. Namun walau demikian, tidak berarti bahwa seluruh ekonomi Nusantara telah dikuasai VOC.

Kenyataannya, sejak tahun 1620, VOC hanya menguasai komoditi-komoditi ekspor sesuai permintaan pasar di Eropa, yaitu rempah-rempah. Kota-kota dagang dan jalur-jalur pelayaran yang dikuasainya adalah untuk menjamin monopoli atas komoditi itu. VOC juga belum membangun sistem pasokan kebutuhan-kebutuhan hidup penduduk pribumi. Peraturan-peraturan yang ditetapkan VOC seperti verplichte leverentie (kewajiban meyerahkan hasil bumi pada VOC ) dan contingenten (pajak hasil bumi) dirancang untuk mendukung monopoli itu. Disamping itu, VOC juga menjaga agar harga rempah-rempah tetap tinggi, antara lain dengan diadakannya pembatasan jumlah tanaman rempah-rempah yang boleh ditanam penduduk, pelayaran Hongi dan hak extirpatie (pemusnahan tanaman yang jumlahnya melebihi peraturan). Semua aturan itu pada umumnya hanya diterapkan di Maluku yang memang sudah diisolasi oleh VOC dari pola pelayaran niaga samudera Hindia.

Dengan memonopoli rempah-rempah, diharapkan VOC akan menambah isi kas negeri Belanda, dan dengan begitu akan meningkatkan pamor dan kekayaan Belanda. Disamping itu juga diterapkan Preangerstelstel, yaitu kewajiban menanam tanaman kopi bagi penduduk Priangan. Bahkan ekspor kopi di masa itu mencapai 85.300 metrik ton, melebihi ekspor cengkeh yang Cuma 1.050 metrik ton.

Namun, berlawanan dengan kebijakan merkantilisme Perancis yang melarang ekspor logam mulia, Belanda justru mengekspor perak ke Hindia Belanda untuk ditukar dengan hasil bumi. Karena selama belum ada hasil produksi Eropa yang dapat ditawarkan sebagai komoditi imbangan,ekspor perak itu tetap perlu dilakukan. Perak tetap digunakan dalam jumlah besar sebagai alat perimbangan dalam neraca pembayaran sampai tahun 1870-an.
Pada tahun 1795, VOC bubar karena dianggap gagal dalam mengeksplorasi kekayaan Hindia Belanda. Kegagalan itu nampak pada defisitnya kas VOC, yang antara lain disebabkan oleh : (a) Peperangan yang terus-menerus dilakukan oleh VOC dan memakan biaya besar, terutama perang Diponegoro; (b) Penggunaan tentara sewaan membutuhkan biaya besar; (c) Korupsi yang dilakukan pegawai VOC sendiri dan (d) Pembagian dividen kepada para pemegang saham, walaupun kas deficit.

Maka, VOC diambilalih (digantikan) oleh republik Bataaf (Bataafsche Republiek).
Republik Bataaf dihadapkan pada suatu sistem keuangan yang kacau balau. Selain karena peperangan sedang berkecamuk di Eropa (Continental stelstel oleh Napoleon), kebobrokan bidang moneter sudah mencapai puncaknya sebagai akibat ketergantungan akan impor perak dari Belanda di masa VOC yang kini terhambat oleh blokade Inggris di Eropa. Sebelum republik Bataaf mulai berbenah, Inggris mengambil alih pemerintahan di Hindia Belanda.

Tugas Individu:
Apakah VOC merupakan representative dari pemerintahan Hindia Belanda? Hikmah apa yang dapat dipetik dari kehadiran sampai kehancuran VOC di Nusantara?

Catatan: Ketik 2 spasi ukuran A4 (tanpa cover dan jilid), kumpul paling lambat tanggal 13 Oktober 2009.

a. Filsafat TAO

Filsafat tata negara bangsa Tiongkok dikenal dengan nama TAO. TAO adalah kekuatan yang mengatur segala-galanya dalam alam semesta, yang menciptakan harmoni dalam alam dan dalam masyarakat. Seperti bintang-bintang (planet) yang mempunyai jalan yang tetap, begitu pula manusia. Kaisar adalah pusat masyarakat. Masyarakat terdiri dari keluarga-keluarga. Dalam keluarga bapaklah yang menjadi pusatnya. Atau TAO adalah suatu paham yang memandang bahwa langit dan melihatnya disana berjalan teratur menurut hukum-hukum yang tertentu dan abadi. Ia melihat dunia ini sebagai cermin langit, dan berpendapat bahwa duniapun harus diatur sesuai dengan hukum-hukum TAO itu, supaya segala-galanya dapat berjalan dengan baik, tertib, dan teratur. Di langit bersemanyam Shang-ti yang merupakan pusat alam semesta. Untuk mengatur duniaShang-ti memberi kuasa kepada orang yang dipandangnya paling cakap, yakni kaisar. Karena itu, kaisar juga dianggap anak lagit. Dalam filsafat TAO dikenal hukum Li, yakni tahu tempatnya sendiri-sendiri dan menyesuaikan segala tingkah lakunya dengan itu. Dapat juga diartikan bahwa Li adalah tingkah laku yang baik dan layak. Segala bencana di dunia terjadi karena tidak menjalankan Li. Karena itu jika rakyat memberontak dengan rajanya, anak kepada bapaknya, maka kekacauan pasti akan terjadi.

Juga dikenal hukum I, yakni tahu maksud dan artinya TAO di dalam kehidupan sehari-hari. Ia harus dapat membawa diri. Adapun tempat-tempat manusia itu sudah ditetapkan ketika ia dilahirkan. Ia adalah anak dari bapaknya. Hamba sahaya dari rajanya. Adik dari kakaknya, teman dari temanya. Karena ia sudah tahu tempatnya, maka iapun harus tahu bagaimana menjalin (menjaga) hubungan bapaknya, rajanya, kakaknya dst. (Soeroto, 1965: 54).

b. Filsafat Kong Hu-tzu (Masa Pemerintahan Han Wu Ti, 140-87 SM)
Kong Hu-tzu diajdikan filsafat negara dalam kehidupan rakyat. Paham ini berakar dari kekeluargaan da kekeramatan hubungan keluarga. Filsafat ini memberi akhlak yang sederhana dan sehat kepada rakyat. Filsafat Kong Hu-tzu mengajarkan bahwa untuk memperoleh pegawai-pegawai yang cakap, maka para pegawai harus sistem ujian. Setelah ujian akan memeroleh ijazah. Hal itulah yang merupakan kunci untuk mendapatkan kedudukan dalam pemerintah. Syarat-syaratnya berat. Selama menempuh ujian para peserta dimasukkan dalam petak-petak (semacam ruang kecil). Sedangkan materi ujian yang diberikan yaitu pengetahuan tentang buku-buku pusaka Tiong Hwa, seperti: Shu Chiang, Shih Ching, I Ching, Yo Ching dan Ch’un Ch’iu dan tata bahasa yang indah.

Kong Hu-tzu adalah nama seseorang yang pada waktu itu dianggap memiliki pemikiran kefilsafatan yang hidup antara tahun 551-479 SM. Ia mengajarkan supaya orang kembali kepada zaman terdahulu, yaitu zaman Yao dan Shun dan zaman permulaan kerajaan Chou. Menurutnya, pada zaman itu orang hidup dalam masyarakat yang bahagia. Ia juga berpendapat bahwa kekacauan itu disebabkan oleh karena orang telah menyalahi hukum-hukum TAO.

Tugas Individu:
Setelah mencermati tentang filsafat TAO, dan KONG HU-TZU di atas, apakah ada relevansi terhadap kehidupan masyarakat Cina sekarang. Misalnya, mengapa banyak orang Cina sukses, khususnya dalam bidang bisnis. Begitu pula dalam bidang politik, apakah penerimaan paham sosialis-komunis terdapat pengaruh dari paham sebelumnya. Jelaskan!

Catatan: Jawaban di posting paling lambat tanggal 8 Oktober 2009

Komentar Terakhir

syaharuddin on MODEL PEMBELAJARAN
syaharuddin on Sejarah PGRI
syaharuddin on Final Tes Sejarah Pendidikan I…
syaharuddin on Studi (Negara) Postkolonial
syaharuddin on Al Idrisi: Sang Geografer Musl…

Flickr Photos

Senja

Goal

Jokulsarlon

More Photos
Oktober 2009
S S R K J S M
« Sep   Nov »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Blog Stats

  • 159,023 hits
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.