Latar Belakang:
a. Secara demografis, antara tahun 1688-1750 Amerika mengalami peningkatan jumlah penduduk secara signifikan, yakni mencapai 1.600.000 orang. Aspek ini tentu berdampak terhadap motivasi masyarakat koloni untuk berjuang dalam rangka memperjuangkan hak-haknya. Adanya jumlah orang yang banyak, artinya berpotensi untuk memaksimalkan mobilisasi massa.
b. Faktor education, yakni tingginya kesadaran masyarakat Amerika untuk menuntut ilmu atau mengembangkan pendidikan. Hal itu terbukti dengan didirikannya beberapa perguruan tinggi, seperti: Harvard University (1636), William and Marry (1693), Yale University (1701) dan Amerika Fhilosopical Society (1743).
c. Adanya berbagai undang-undang dan peraturan baru, seperti: pajak gula (1764), pajak the (1773), pajak ekspor-impor, dsb.
d. Tidak adanya perwakilan koloni dalam parlemen Inggris.
e. Adanya pengaruh dari berbagai pemikir-pemikir, seperti: John Locke, Voltaire, dan Mosntequieu, tentang azas demokrasi dan kenegaraan.
f. Munculnya pemimpin-pemimpin koloni yang handal, seperti: George Washington, Benjamin Franklin, Thomas Jefferson dan Samuel Adam, yang dengan tegas menentang berbagai undang-undang dan pajak yang dikeluarkan oleh pemerintah Inggris.
g. Adanya rasa simpati oleh masyarakat Eropa terhadap koloni Inggris di Amerika. INdikasinya yakni, Perancis mengirim uang, kapal dan alat-alat perang ke Amerika. Puncaknya, tahun 1778, Perancis menyatakan pengakuan kedaulatan kepada rakyat Amerika.
Deklaration of Independence
Pada tahun 1776, timbullah revolusi oleh ke-13 negara koloni di Amerika, dengan suara bulat mereka menyatakan, “Decalaration of odependence” yang dinyatakan tepatnya pada tanggal 4 Juli 1776. Pernyataan itu berbunyi, sbb: “Adalah dengan sendirinya terang, bahwa semua orang diciptakan sama, bahwa mereka oleh Tuhan dikarunia beberapa hak yang tidak dapat di tawar-gugat, di antaranya: kehidupan, kemerdekaan, dan kehendak mencapai kebahagiaan. Bahwa untuk melindungi hak-hak itu, pemerintah harus dilakukan oleh orang-orang yang menerima kekuasaannya dengan persetujuan mereka yang diperintah. Bahwa manakala sesuatu pemerintah membahayakan bagi pemeliharaan maksud itu, adalah hak rakyat untuk mengganti atau menghapuskan pemerintah itu, dan membentuk pemerintah baru”.
Berdasarkan hal tersebut, maka jelas bahwa masyakat Amerika adalah sebuah bangsa yang sangat menjunjung tinggi kedaulatan dan hak-hak azasi manusia. Hal itu sangat dimungkinkan oleh proses pembentukan ke-13 koloni tersebut yang sangat bersifat pluralis dan sangat menekankan prinsip-prinsip liberalism dalam berbagai hal, khususnya dalam berekonomi.
Setelah diadakan berbagai perundingan-perundingan antara koloni Amerika dan Pemeritnah Inggris, maka pada tanggal 20 Januari 1983, dilakukan “Perdamaian Paris” yang mana salah satu isinya adalah pengakuan kedaulatan rakyat Amerika oleh Pemerintah Inggris.
Pertanyaan:
Berdasarkan keterangan di atas, maka pada dasarnya system demokrasi yang dibangun oleh Amerika Serikat pada awalnya adalah murni sebuah demokrasi yang menekankan atas azas kemanusiaan dan pentingnya kedaulatan sebuah Negara. Faktanya, saat ini Amerika Serikat menjadi “Polisi Dunia” yang selalu ikut campur dalam urusan rumah tangga pada Negara yang berdaulat, sebagaimana yang dilakkuan terhadap Irak, Afganistan dan Iran. Mengapa hal itu terjadi? Akan halnya dengan persoalan kemanusiaan, yakni adanya sikap “membiarkan” konflik Gaza yang telah memakan ratusan dan mungkin ribuan nyawa hilang akibat konflik tersebut! Mengapa AS sangat berhati-hati tentang persoalan ini?





38 komentar
Pengumpan komentar untuk artikel ini
April 17, 2009 pada 12:13 pm
nurhamidah reg B
karena amerika serikat adalah negara imprealis yang dengan segala cara akan terus berusaha melanggengkan dominasinya di seluruh dunia demi meraih politik dan ekonominya.
israel merupakkan mitra Amerika serikat yang banyak membantu negara tersebut di antaranya banyak para ekonom Amerika serikat adalah orang-orang yahudi dan sangat berperan penting dalam penentuan kebijakan perpolitikan Amerika serikat.
selain itu juga mengingat latar belakang israel yang sangat berbeda dengan warga arab lainya baik di bidang sosial,ekonomi,politik budaya dan agama sangat terlihat jelas perbedaan itu,dimana apabila dilihat dari segi agama mayoritas warga arab beragama islam sementara israel sebagai sebuah bangsa yang mayoritas penduduknya beragama yahudi oleh kaerna itu sangat sulit menyatu.
israel salah satu negara yang patut diperhitungkan keberadaanya didunia internasional mengingat keunggulan negara tersebut dibidang teknologi maupun militernya.
April 19, 2009 pada 4:40 pm
Marisa DM
Karena Amerika Serikat merasa Negara yang paling kuat dan cukup tangguh sehingga Amerika dapat melindungi setiap negara yang ad di dunia,karena Amerika Negara yang Imprialis dimana dengan segala cara akan terus di tempuh,agar dapat mengatasi Dominasinya diseluruh dunia untuk mencapai politik dah ekonominya.Dengan adanya Amerika bekerja sama dengan Israel,maka akan menambah kekuatan Amerika tersebut dan dengan mudah menaklukannya,sebab Israel adalah negara yang unggul dalam bidang teknologi serta militernya.
Amerika tidak mau mendukung dari salah satu negara tersebut,di karenakan Gaza mayoritas beragama islam,yang apabila amerika ikut membantu Israel perang,maka bangsa Arab yang beragama Islam akan ikut membela Gaza.Walupun Amerika dengan Israel berteman baik.
Marisa DM Reg B
April 22, 2009 pada 3:32 am
M.Faried.Syuhada
Kita ketahui Amerika sbg negara yg ai daya atau negara yg super power dan Amerika jg salah satu negara yg mempunyai hak veto dlm PBB sehingga dia mampu ikut campur dalam berbagai konplik seperti yg pernah terjadi di Afganistan,irak dan iran hal itulah yg membuat Amerika dikatan sbg ‘Polisi Dunia’.
Amerika selalu mengatakan atas HAM sgala tindakan mereka di dalam ke ikut campuran mreka dlm sgala urusan di negara lain,padahal tindakan mereka jauh dari HAM yg mereka selalu elu-elukan.
Dan mengapa mereka mereka sangat hati-hati dalam urusan menangani konplik Gaza bahkan dapat dikatakan Amerika ‘membiarkan’ konplik tersebut sehingga Amerika seolah-olah ikut mendukung sgala tindakan anarki yg dilakukan Israel terhadap palestina,menurt saya hal ini disebabkan oleh Amerika tidak bisa bertindak tegas terhadap israel yg notabenenya adalah orang-orang Yahudi,karena para petinggi parlemen yg ada di Amerika Serikat adalah orang-orang Yahudi juga sehingga merika tidak bisa bertindak terlalu jauh terhadap konplik Gaza tersebut.meraka takut akan merusak hubungan mereka denga bangsa Israe,dan pemimpin-pemimpin Amerika yg orang-orang Yahudi kebnyakan malah mendukung tindakan anarki yg dilakukan basngasaIsrael terhadap Palestina yg telah menelan korban ratusan sampai ribuan jiwa yg kebanyakannya adalah warga sipil dan anak-anak.
April 22, 2009 pada 4:02 am
Fathurrida
Berakhirnya perang dingin mengakibatkan perubahan struktur politik global yang menjadikan Amerika Serikat sebagai adidaya tunggal. Hal ini menghadapkan Amerika Serikat kepada persoalan-persoalan baru yang berkaitan dengan peran internasional yang dimainkannya seperti ikut campur dalam urusan rumah tangga Negara-negara berdaulat seperti Irak, Afghanistan, dan Iran. Hal itu terjadi karena Amerika Serikat merasa perlu mempertahankan gelarnya sebagai negara Adidaya tunggal dimata dunia.
Ada fakta yang menyebutkan kalau ternyata Amerika khususnya Obama yang mempunyai hubungan yang cukup baik dengan tokoh atau organisasi lobi Yahudi. Sehari setelah ditetapkan menjadi calon presiden dari Demokrat awal Juni 2008, Obama berpidato di majelis The American Israel Public Affairs Committee (AIPAC) sebuah organisasi pelobi Yahudi di Amerika yang sangat berpengaruh untuk menepis keraguan dukungan Obama terhadap negara Israel. Bukti dukungan itu dilanjutkan dengan kunjungan Obama ke negara Israel sebulan setelah itu.
Disisi lain Obama juga diberitakan memiliki kedekatan dengan tokoh- tokoh Palestina di Amerika, seperti Rashid Khalidi yang dikabarkan pernah menggalang dana untuk Obama ketika mencalonkan diri sebagai senator di Illinois. Konon pula, Obama sering hadir dalam kuliah-kuliah cendekiawan besar Palestina: mendiang Edward Said. Walaupun hubungan atau kedekatan ini tidak sebanding dengan kedekatannya dengan pihak Isarael.
Kedekatan dengan keduanya itulah yang menjadikan Obama bersikap hati-hati dalam penyelesaian konflik didaerah tersebut selain mempertimbangkan keamanan nasional Negaranya.
April 22, 2009 pada 9:13 am
herpandi
amerika serikat merupakan negara yang termasuk negara yang mempunyai jumlah penduduk ketiga terbesar di dunia, maka keperluan hidup masyarakatnya pun begitu tinggi, dan keamanan perlu di ciptakan agar ke sejahteraan terjamin, ke khawatiran dengan ancaman bangsa lain akan dari segi ekonomi dan militer muncul, naka dari itu amerika serikat tidak mau terjadi apa-apa dengan negaranya maupun dengan negara-negara sekutunya. dengan demikian amerika mengunakan hak vetonya di PBB sebagai pelopor pendiri PBB, yang menguatkan lagi ialah 90% gaji pegawai di PBB tersebut di bayar oleh Amerika Serikat, maka tentu jelas Amerika berani ikut campur dalam urusan negara lain,
terhadap konflik di gaza amerika memang seolah-olah mendiamkan, bertindak tapi tidak pasti, israel adalah sekutu amerika dan menjadi anak kesayangannya. dari segi ekonomi israel mempunyai ladang-ladang minyak yang di ekspor ke amerika, dan memang wilayah gaza ini selalu terjadi pertikaian antara hamas dan isreal dan menurut saya juga antara islam dan yahudi, orang-orang yahudi di amerika serikat yang ada di pemerintahan tentu tidak mau diam
April 23, 2009 pada 1:33 am
sutri ira marisa
amerika di katakan sebagai polisi dunia dan selalu ikut campur urusan negara yang berdaulat karena negara amerika merupakan anggota tetap dewan keamanan PBB yang mempunyai hak VETO sehingga mampu mencampuri urusan negara yang berdaulat. selain itu Amerika sangat berkuasa di bidang tekhnologi dan persenjataan dunia. hal iniolah yang menjadi dasar Amerika sebagai polisi dunia.
sedangkan untuk konflik Gaza Amerika bingung sehingga kita melihat amerika cenderung membiarkan konflik tersebut. hal ini karena di Negara Palestina banyak terdapat Orang Yahudi yang juga banyak mendiami Negara Amerika. banyaknya orang yahudi di amerika secara otomatis turut menunjang perekonomian di negara amerika sendiri. di lain pihak pasokan minyak negara Amerika tergantung dari israel.
dari hal tersebut dua negara yang terlibat konflik sama-sama berpengaruh bagi negara Amerika. hal inilah yang membuat amerika cenderung lebih berhati-hati untuk turut campur.
April 23, 2009 pada 1:50 am
sartika
Amerika sebagai negara adi daya dan Amerika jg salah satu negara yg mempunyai hak veto dalam PBB karena termasuk dalam dewan keamanan tetap PBB sehingga dia mampu ikut campur dalam urusan negara-negara yang berdaulat dan dapat dikatakan sebagai ‘Polisi Dunia’.
sedangkan terhadap konflik gaza amerika memang seolah-olah diam,israel adalah sekutu amerika dan menjadi anak kesayangannya. dari segi ekonomi israel mempunyai ladang-ladang minyak yang di ekspor ke amerika, sedangkan palestina penduduknya adalah orang yahudi yang sangat dominan di Negara Amerika. sehingga Amerika tidak membela salah satu negara yang terlibat konflik. karena apabila amerika membela salah satu negara yang terlibat maka secara otomatis akan berpengaruh bagi amerika baik daeri segi ekonomi maupun sosial.
April 23, 2009 pada 2:44 am
rayeska noor
Amerika serikat merupakan sebuah negara potensial yang memiliki kekuatan dan kekuasaan besar sehinggga disebut negara superpower atau negara adidaya, dimana seluruh negara-negara di dunia mengakui keadidayaannya. Amerika jg memiliki kekuatan meliter yang sangat kuat di dunia dan juga salah satu negara yg mempunyai hak veto dlm PBB sehingga dia mampu ikut campur dalam berbagai konplik seperti yg pernah terjadi di Afganistan,irak dan iran hal itulah yg membuat Amerika dikatan sbg ‘Polisi Dunia’.yang dimana selalu ikut campur dalam urusan rumah tangga pada Negara yang berdaulat
Amerika sangat lah berhati hati dalam menangani konflik gaza bahkan amerika mendukung Israel yang secara nyata melakukan pelanggaran ham yang berat terhadap bangsa palestina yang dimana telah memakan ratusan dan mungkin ribuan nyawa hilang akibat konflik tersebut menurut pendapat saya kita ketahuhi banyaknya pemegang perekonomian maupun para petinggi parlemen dan pemimpin pemimpin di amerika notabenenya adalah orang orang yahudi misalnya kita ketahui saja orang terkaya didunia adalah orang yahudi dan kebanyakan dari mereka mendukung tindakan Israel dalam konflik gaza yang telah banyak memakan korban ratusan sampai ribuan dengan alasan itulah amerika tidak bisa bertindak terlalu jauh terhadap konflik gaza tersebut sehingga tidak bisa bertindak terlalu tegas terhadap Israel .
April 23, 2009 pada 2:55 am
Rista Budi Asih
Menurut saya amerika Amerika menjadi polisi dunia karena setiap Polisi disetiap negara berfungsi sebatas melindungi keamanan masyarakatnya dinegaranya saja bukan melindungi masyarakat dinegara lainnya.Demikianlah, Polisi dari sebuah negara hanya bertanggung jawab untuk keamanan masyarakat negara itu saja bukan masyarakat di-negara2 lain
diseluruh dunia.
Anggapan Amerika sebagai Polisi dunia sebenarnya berasal dari
konspirasi beberapa negara kecil yang ingin memperalat Amerika dengan
menariknya kedalam konflik negara2-negara kecil tersebut dengan tetangganya.
Tugas polisi dunia itu adalah United Nation karena dibiayai oleh
seluruh negara-nrgara didunia. Sebaliknya, Kekuatan Amerika hanya berfungsi dan bertanggung jawab
sebatas melindungi negara Amerika, melindungi warganegara Amerika,
melindungi kepentingan bisnis Amerika, dan melindungi keamanan Amerika
sendiri.
Kebijakan luar negeri Amerika saat ini sangat di pengaruhi oleh pro-Israel bukan Pro-Yahudi. Fakta ini tidak bisa di pungkiri dengan alasan yang cukup kompleks dan kadang-kadang tidak realistis.Amerika yang mengagungkan konsep demokrasi dan kapitalis, sesungguhnya yang terjadi di sana bukanlah demokrasi yang sebenarnya. Ketundukan Amerika tanpa syarat kepada kepentingan Israel telah sejak lama menguasai Gedung Putih. Bahkan, Obama pun juga tidak lepas dari sensor Pro-Israel tersebut. Amerika berdalih bahwa Israel adalah negara Demokrasi yang menjadi contoh bagi “ orang-orang arab yang kejam “ di sekelilingnya. Fakta-fakta tentang pemusnahan etnis (baik arab muslim dan kristiani,terutama kaum Katolik) yang telah terjadi di Palestina. Sejarah Kebijakan Amerika di Timur Tengah Terutama yang menyangkut Israel, di mulai saat awal perang dingin. Bahkan saat perang kemerdekaan Israel tahun 1948,Amerika belum bermain di dalamnya. Juga urusan keluar dari Iraq bukan prioritas, karena Obama berpendapat.dalam 18 bulan jabatannya,obama mengharapkan tentara Amerika sudah bisa keluar dari Iraq. Namun menurut Obama, keluarnya Amerika dari Iraq tidak boleh menjadi ancaman kepentingan Amerika di timur tengah.Dengan kata lain, Obama yakin bahwa dalam jangka waktu 18 bulan jabatannya, Amerika sudah berhasil mengamankan Irak sehingga tentara Amerika bisa ditarik pulang.apabila kondisi keamanan kepentingan Amerika di Irak atau di Timur Tengah terancam, maka Obama tidak tergesa-gesa untuk menarik pasukan Amerika dari Irak.
April 23, 2009 pada 2:57 am
Dodi Suryadi
Kita ketahui amerika adalah salah satu negara yang memiliki hak VETO dari 5 negara yang ada diPBB. dan karena mjau dan berkembangnya sumber manusia sehingga banyak menciptakan alat-alat modern mutakhir dalam bidang militer dan memplopori diri sebagai “polisi dunia” negara adidaya yang menjaga perdamaian. sehingga mereka ikut campur dalam urusan negara2 yang berdaulat seperti irak, afganistan dan iran. disamping itu mereka juga ingin menancapkan kekuasaan mereka di Arab (Timur Tengah) dan agar negara yang mereka kuasai mengekspor sumber alam seperti minyak mentah kenegara AS yang sangat dibutuhkan amerika dalam perusahaan-perusahaan industri.
Amerika hati-hati dalam urusan menangani konplik Gaza bahkan dapat dikatakan Amerika ‘membiarkan’ konplik tersebut sehingga Amerika seolah-olah ikut mendukung sgala tindakan anarki yg dilakukan Israel terhadap palestina.Karena hunbungan AS dengan Israel saling berpengaruh,para petinggi parlemen yg ada di Amerika Serikat adalah orang-orang Yahudi juga sehingga mereka tidak bisa bertindak terlalu jauh terhadap konplik Gaza tersebut. Sedangkan AS menjalin hubungan bilateral yang sangat erat dengan Israel sehingga dalam konflik di Palestina Amerika lebh memilih untuk bersikap netral.
April 23, 2009 pada 3:01 am
Muhammad Zainullah
Karena AS merasa lebih berkuasa dalam menciptakan alat-alat dalam militer dan teknologi mereka lebih mengungguli dari negara lain yang ada didunia, sehingga mereka sangat disegani sebagai “polisi dunia”. AS ikut campur dalam urusan irak,iran dan afganistan karena AS adalah anggota dari MA di PBB sehingga bisa ikut campur dalam urusan rumah tangga negara yang ada di dunia. Dan mereka juga mempengaruhi kekuasaan si Timur Tengah agar negara mereka mengekspor minyak ke AS.
Amerika hati-hati dalam urusan konflik Gaza karena pejabat-pejabat tinggi di AS sebgaian besar dari bangsa Yahudi sehingga, sedangkan israel adalah bangsa Yahudi sendiri, sehingga AS tidak terlalu berani ikut campur dalm permasalahan Palestina dengan Israel. AS hati-hati dalam konflik Gaza bahkan dapat dikatakan Amerika ‘membiarkan’ konplik tersebut sehingga Amerika seolah-olah ikut mendukung sgala tindakan anarki yg dilakukan Israel terhadap palestina.
April 23, 2009 pada 3:33 am
M.Alamsyah
Negara mana di belahan dunia yang tak mengenal Amerika ,Amerika adalah figur Negara yang telah menjadi “tuan rentenir” terhadap kedaulatan Negara-negara berkembang di dunia. Berawal datang sebagai “dewa penyelamat”, dengan menawarkan bantuan ekonomi, lalu berakhir sebagai “dewa penghancur”. Tak disangkal bahwa Amerika adalah Negara yang memiliki kekuatan politis yang utuh dalam pembuat kebijakan-kebijakan politik, baik politik ekonomi, militer, informasi, dan politiknya politik.
ikut campur dalam berbagai konplik seperti yg pernah terjadi di Afganistan,irak dan iran hal itulah yg membuat Amerika dikatan sbg ‘Polisi Dunia’.yang dimana selalu ikut campur dalam urusan rumah tangga pada Negara yang berdaulat.
Dalam konflik gaza amerika memang sangat lah berhati hati menurut saya hal ini disebabkan Israel adalah sekutu amerika dan menjadi anak kesayangannya. Dan kita ketahui di amerika pemegang perekunomian maupun pemimpin pemimpinya notabenenya orang orang yahudi sehinga amerika sangat lah berhati hati dalam menangani konflik gaza yang dimana Israel menyababkan ratusan dan mungkin ribuan nyawa hilang akibat konflik ini
April 23, 2009 pada 3:47 am
supiansyah
Karena AS merupakan negara yang super power, mirip2 dgn uni soviet jaman dulu.. Namanya juga negara adi kuasa, jd mereka berkuasa thd semua bidang, teknologi, ekonomi, militer,dll….Memang mrk bisa dikatakan sebagai teroris dunia, ttp krn powernya maka mereka bisa membalikkan fakta yg terjadi, secara mereka didukung oleh PBB (wong kantornya aja di washington)…!!!
Amerika bisa aja runtuh…itu sebabnya AS tidak ingin ada negara yg bersatu dan kuat, makanya mereka terus meracau Dunia, Indonesia merupakan salah satu negara yg dpt menjadi ancaman bagi AS karena itulah mereka ttp berusaha utk mencerai beraikan negara ini, contoh usaha mereka:
1.menciptakan isu disintegrasi bangsa ini
2.banyaknya misionaris Amerika di Indonesia,ini bukan dlm bidang agama aja, tp sdh mencakup seluruh bidang, misalkan club2 bhs inggris yg sekarang sedang menjamur..
3. Partai politik yg sering mendapat bantuan dr Amerika…
jika ditanya kapan? itu tergantung….tergantung kpn negara ini bisa memperoleh kembali idealisme dan harga dirinya…!!!
Amerika Serikat sangat berhati-hati dalam konflik gaza karena di masa pemerintahan George Walker Bush publik AS sendiri nampaknya lebih banyak mendukung kebijakan Bush dan israel daripada palestina. Jika sekarang Obama komentar dan kemudian dia membela Palestina, maka bukan mustahil dukungan terhadapnya akan berkurang. Padahal dukungan sepenuh hati dari publik AS sangat dibutuhkan Obama untuk membangun dan menata kembali perekonomian negara tersebut yang nyaris ambruk akibat terjangan krisis keuangan. Bahkan badai krisis tersebut sampai sekarang masih sangat terasa dan juga Amerika tidak bisa bertindak tegas terhadap israel yg notabennnya adalah orang-orang Yahudi,karena para petinggi parlemen yg ada di Amerika Serikat adalah orang-orang Yahudi juga sehingga mereka tidak bisa bertindak terlalu jauh terhadap konflik Gaza tersebut.
April 23, 2009 pada 5:10 am
Risa Yunida
Dilihat dari aspek sejarahnya Amerika merupakan sebuah negara yang terbentuk dari sekelompok orang yang ingin mencari kebebasan, baik itu dari aspek politi, ekonomi, sosial, dbudaya dan religi.mereka membentuk lembaga dalam bentuk koloni.. Atas dasar inilah AS menerapkan sistem liberal dan demokrasi.
mengenai Amerika serikat dikatakan sebagi “polisi Dunia” tidak lepas dari politik AS itu sendiri, demi menjaga kestabilitasan negara supaya tetap kuat sebagai negara super power. faktor yang menyebabkan AS menjadi polisi dunia ialah karena AS memiliki kekuatan militer terbesar di dunia, selain itu juga Amerika menguasai perekonomian di dunia, ketika AS menglami krisis, maka semua negara ekonominya akan terganggu. AS juga mempunyai hak veto dalam PBB sehingga bisa melakukan apa yang di inginkan.
AS sangat berhati-hati dalam masalah pelanggaran HAM di Gaza, karena AS menerapkan sistem demokrasi, yang artinya bisa bersikap netral dan bisa menjadi penengah diantara negara-negara yang sedang terjadi konflik.sebagai polisi dunia AS juga seharusnya bisa mendamaikan masalah ini, namun kenyataannya konflik itu masih saja terjadi. itu dikarenakan pemegang kekuasaan perekonomian di AS adalah orang Yahudi yang tidak lain adalah penduduk asli Israel, oleh karena itulah mengapa AS bersahabat atau bersekutu dengan Israel. dan membuat AS sulit untuk menyelesaikan masalah ini. itulah mengapa AS sangat berhati-hati menyelesaikan masalah ini.
April 23, 2009 pada 6:23 am
Astuti
Karena pada masa presiden Calvin Coolidge (1923-1929) merupka masa Amerika Serikat antara tahun 1920-1930 di mana beberapa peristiwa penting bagi Amerika Serikat di mata dunia, diantaranya : USA sebagai negara sekutu yang bertugas melucuti senjata-senjata pasca perang dunia I di beberapa negara Eropah, 1921-1922 USA bertindak sebagai juru perdamaian dan pelucutan senjata antara daerah yang bersengketa, demikian pula ditandatanganinya empat kekuatan sekutu, yakni untuk kepentingan Eropah dan samudra Pasifik. Tahun 1927 USA terkenal dengan peranannya sebagai pnyelenggara konferensi Jenewa tentang pelucutan senjata dan sesudah perang dunia I (1914-1918) Amerika menjadi penting di dunia Internasional dan hingga sekarang Amerika sangat berperan sebagai polisi dunia untuk menyelesaikan konflik di Timur Tengah khususnya yang baru saja berakhir di jalur Gaza antara Palestina dan Israel.
Mengenai konflik Gaza, Amerika sangat berhati-hati terhadap persoalan ini dikarenakan AS lebih pro dengan Israel karena sebagian besar di Israel sebagai non muslim yang searah pandangan dengan AS mengenai islam sebagai sumber terorisme. Namun di sisi lain AS enggan ikut campur tentang konflik Gaza dengan alasan AS murni sebuah demokrasi yang menekankan atas azas kemanusiaan dan pentingnya kedaulatan sebuah negara, namun AS tidak bisa seratus persen membuktikan demokrasi tersebut karena Israel sebagai negara sahabat Amerika dengan pandangan yang searah maka dari iyu AS bersikap netral dan tidak memihak siapapun tentang konflik Gaza.
April 23, 2009 pada 6:37 am
FITRIANI
Amerika Serikat selalu ikut campur dalam urusan rumah tangga pada neara berdaulat,sebagaimana yang dilakukan terhadap Irak,Afganistan dan Iran karena AS pemegang kekuasaan tertinggi ekonomi dunia sehingga negara-negara dunia ni harus tunduk dan takluk terhadap AS, selain itu juga AS sangat berhati-hati tentng persoalan konnflik Gaza karena AS lebih pro dengan Israel karena sebagian besar di Israel sebagai non muslim yang searah pandangannya dengan AS namun di sisi lain AS enggan ikut campur tentang konflik Gaza dengan alasan AS murni sebuah demokrasi yang menekankan atas azas kemanusiaan dan pentingnya kedaulatan sebuah negara, namun AS tidak bisa serataus persen membuktikan demokrasi tersebut, karena ISrael sebagai negara sahabat Amerika dengan pandangan yang searah maka dari itu AS bersikap netral dan tidak memihakpada pihak manapun tentang konflik Gaza.
April 23, 2009 pada 6:44 am
M.Fakhruddin Alwy
Negara amerika adalah negara yang memproduksi senjata-senjata mutakhir juga merupakan merupakan anggota tetap dewan keamanan PBB yang mempunyai hak VETO sehingga selalu ingin mencampuri urusan permasalahan yang timbul di negara-negara lain.
Israel adalah salah satu sekutu amerika, jadi menurut saya sebab amerika tidak ikut campur dalam masalah ini karena amerika serikat yang memegang perekonomian terbesar di dunia, notabennya orang orang yahudi yang menjadi petinggi-petinggi di amerika tersebut sehinga amerika bersikap netral dan bisa dikatan berhati hati dalam menangani konflik gaza tersebut.
April 23, 2009 pada 6:54 am
Sri kartika H
Amrerika Serikat selalu ikut campur dalam urusan rumah tanggOla karena masyarakat Amerika adalah sebuah bangsa yang sangat menjunjung tinggi kedaulata dan hak azasi manusia. Disamping itu AS merupakan negara demokrasi yang bertugas sebagai polisi dunia untuk mendamaikan wilayah yang berkonflik. Selain itu dalam kalangan negara Eropah telah menaruh simpati terhadap perang kemerdekaan yang dilakukan rakyat Amerika. di mana kegembiraan rakyat Amerika telah berkobar dengan dukungan Perancis dan Nederland.
Mengenai konflik Gaza Amerika harus berhati-hati karena salah satu negara konflik tersebut merupak sekutu Amerika yaitu Israel, tetapi di sisi lain karena tekanan dari negara-negara islam terutama di indonesia yang terbesar penganut agama islamnya, perang yang dengan alasan membasmi terorisme yaitu kelompok Hamas, tetapi nyatanya Israel menyerang Palestina khususnya di jalur gaza dengan membabi buta dan sangan banyak memakan korban terutama anak-anak dan wanita.
April 23, 2009 pada 8:45 am
Adi Sutrisno
Karena pada dasarnya Amerika Serikat merupakan negara yang memiliki kekuatan militer yang sangat tangguh. Oleh sebab itulah AS ditunjuk sebagai “polisi dunia”. Maka dari itulah AS berhak untuk mencampuri urusan negara-negara yang sering mengalami kasus-kasus kedaulatan seperti yang sering terjadi di negara-negara Timur Tengah. Amerika Serikat juga melakukan beberapa tindakan untuk menangani konflik yang terjadi di Gaza, yaitu perebutan wilayah antara Israel dan Palestina.
Amerika sangat berhati-hati terhadap persoalan tersebut karena merupakan permasalahan yang tidak dapat ditangani dengan mudah karena menyangkut kedaulatan dua buah negara yang sedang berkonflik.
April 23, 2009 pada 9:04 am
Sriathin Maridah Amin
Negara Amerika Serikat menjadi “polisi dunia” yaitu negara yang selalu mencampuri urusan dalam negara lain atau urusan rumah tangga pada negara yang berdaulat. Hal itu terjadi dikarenakan pada dasarnya Amerika Serikat merupakan negara yang memang memiliki kekuatan militer penuh dan yang paling kuat didunia. Maka dari itulah AS merupakan negara yang mampu menengahi pertikaian-pertikaian antar negara yang sedang bergejolak, sehingga AS berhak untuk mencampuri seperti urusan-urusan di negara Timur Tengah.
Tentang hal persoalan kemanusiaan yang saat ini, yakni yang tetap membiarkan konflik di daerah Gaza, antara Israel dan Palestina. Dalam hal ini AS sangat berhati-hati tentang persoalan ini karena persoalan tersebut merupakan hal yang sangat rumit, dan tidak dapat ditangani secara mudah. karena semua hal hal ini menyangkut kedaulatan kedua buah negara yang sedang berkutat dalam konflik.
April 23, 2009 pada 9:21 am
Husni thamrin
seperti yang kita ketahui amerika merupakan negara demokrasi, yang menjunjung tinggi kebebasan. Amerika serikat juga merupakan negara yang super power, mirip dgn uni soviet jaman dulu.. karena berkuasa terhadap semua bidang, teknologi, ekonomi, militer,dll.
Memang mereka bisa dikatakan sebagai teroris dunia, tetapi karena powernya maka mereka bisa membalikkan fakta yg terjadi, secara mereka didukung oleh PBB.
AS ikut campur dalam urusan irak,iran dan afganistan karena AS adalah anggota dari MA di PBB sehingga bisa ikut campur dalam urusan rumah tangga negara yang ada di dunia. Dan mereka juga mempengaruhi kekuasaan si Timur Tengah agar negara mereka mengekspor minyak ke AS.
Amerika memiliki kehadiran militer di Timur Tengah, tetapi itu hanya berupa beberpa basis militer yang disewa dari negara-negara sahabat, tidak mampu berbuat banyak baik secara hukum maupun operasi militer. Timur Tengah bukan saja adalah gudang minyak dunia, juga adalah sarang teoris anti Amerika. Jadi bilaAmerika bisa menguasai Irak, ada beberapa keuntungan.
sedangkan terhadap konflik gaza, Amerika sangat berhati-hati terhadap persoalan ini dikarenakan AS lebih pro dengan Israel karena sebagian besar di Israel sebagai non muslim yang searah pandangan dengan AS mengenai islam sebagai sumber terorisme.
April 23, 2009 pada 9:36 am
endah damayanti
sebagai negara adi kuasa, amerika mampu menguasai segala bidang termasuk didalamnya adalah bidang militer, mereka mampu membuat senjata-senjata yang mutakhir dengan tekhnologi yang merka miliki. kekuatan militer amerika yang sangat kuat mampu menjadikan dirinya sebagai polisi dunia yang sellalu mengikut campuri urusan negara lain karena dirinya merasa dialah yang paling hebat. selain kuatnya militer mereka, amerika juga merupakan anggota tetap PBB yang memiliki hak veto.
tentang konflik Gaza, amerika memilih berhati-hati karena Israel adalah Yahudi dan sebagian orang yahudi yang tinggal di Amerika sebagian besar mampu menguasai semua sektor yang ada di amerika terutama sektor ekonomi, dan kita juga tau kalau amerika menguasai sektor ekonomi hampir diseluruh dunia. sehingga sulit untuk amerika memberikan larangan atau teguran terhadap serangan Israel ke jalur Gaza.
April 23, 2009 pada 9:40 am
Nina Setiani
Fakta mengatakan bahwa Amerika serikat sebagai “polisi dunia” yang selalu ikut campur dalam urusan rumah tangga pada Negara yang berdaulat seperti Afganistan,Irak, dan Iran karena Amerika Serikat merupakan salah satu negara yang mempunyai hak vetto dalam PBB, selain itu pula Amerika merupakan negara super power yang menguasai perekonomian terbesar di dunia. Adapun tujuan Amerika Serikat itu sendiri hanya sebatas ingin melindungi negara Amerika, menjaga dan melindungi warga Amerika, serta melindungi keamanan dan kepentingan bisnis Amerika. Hal inilah yang menyebabkan Amerika Serikat di sebut sebagai “polisi dunia” yang sebagaimana tugas dan tujuan polisi pada umumnya.
Mengapa pula mereka sangat hati-hati dalam menangani konflik Gaza, bahkan Amerika menanganinya dengan sikap “membiarkan”. Padahal, konflik ini sudah memakan ratusan bahkan mungkin ribuan nyawa hilang. Hal ini terjadi karena Amerika bertindak tidak tegas terhadap Israel yang merupakan orang-orang Yahudi, karena para parlemen tertinggi yang ada di Amerika Serikat adalah orang-orang Yahudi, sehingga mereka kurang bisa bahkan susah dan sangat berhati-hati dalam menangani konflik ini.
April 23, 2009 pada 12:03 pm
Tophan Satriyono
ikut campur AS terhadap negara2 lain yakni adanya faktor keaadaan negara itu sendiri.AS dapat merdeka dengan mudah dari cengkraman inggris,keaadaan tersebut memberikan kesadaran antar koloni di mana mereka mengharapkan 1 tujuan yang sama,yaitu kemerdekaan demgan demokrasi dan kebebaan atas hak setiap individu,berbeda dengan keaadaan AS saat ini,di manaAS telah menjadi negara adi kuasa dengan perekonomian yang maju,tingkatan yang tinggi untuk militer negara.negara2 yang mampu menyaingi AS pada umumnya adalah negara2 islam yang kuat seperti halnya Irak dan Iran.AS tidak ingin pengaruhnya di dunia tersaingi oleh negara2 tersebut,oleh sebab itu AS sebisa mungkin memanfaatkan kekuasaanya sebagai negara adi kuasa untuk kepentingan pribadi.
peristiwa Gaza yang telah memakan banyak korban dan kehancuran oleh pihak Israel tidak mendapat simpati dari negara adi kuasa tersebut di karenakan AS lebih pro terhadap Israel dari pada negara2 islam di mana mereka telah di cap oleh AS segai teroris dunia.dalam hal ini AS sangat berhati2 dalam pengambilan keputusan sebagai negara yang mempunyai hak veto terbesar dalam PBB,di satu pihak AS tidak ingin bersi tegang dengan Israel bila AS ikut mengecam tindakan Israel,di lain pihak AS tidak ingin menjadi kritikan negara2 lain karena tidak ikut andil dalam meredakan konflik tersebut padahal AS mempunyai hak besar dalam PBB.
April 23, 2009 pada 12:45 pm
wahyu nofianti
Amerika Serikat menjadi “polisi dunia” yang selalu mencampuri urusan rumah tangga negara yang berdaulat seperti yang dilakukannya terhadap Irak, Afganistan, dan Iran. Karena Amerika ingin menunjukkan eksistensinya sebagai negara adi kuasa yang menguasai berbagai bidang baik politik,sosial, ekonomi, militer IPTEK dan teknologi.Selain itu Amerika Serikat merupakan anggota tetap dewan keamanan PBB yang mempunyai hak veto sehingga Amerika Serikat merasa berhak untuk mencampuri urusan rumah tangga negara lain. Hal itu dilakukannya dengan tujuan agar tidak tersaingi oleh negara lain dan demi menjaga keamanan negaranya.
Amerika Serikat berhati-hati dalam konflik Gaza karena konflik ini merupakan perang antara Israel dan Palestina. Dimana Israel adalah orang-oramg Yahudi yang di Amerika para Yahudi ini menjadi petinggi parlemen, selain itu dilihat dari segi ekonomi Israel merupakan pengekspor minyak yang menunjang perekonomian Amerika Serikat. Sehingga Amerika Serikat tidak dapat berbuat banyak walaupun banyak korban yang tidak berdosa berjatuhan dan hal ini tidak sesuai dengan sistem demokrasi dan asas kemanusiaan yand dibangunnya sendiri, karena apabila mengecam tindakan Israel tersebut maka Amerika Serikat akan mengalami kemunduran bahkan mungkin kehancuran.
April 24, 2009 pada 2:01 am
Purnomo
Amerika Serikat memiliki sejarah pertentangan terhadap Palestina sehingga AS tidak bisa memihak kesalah satu pihak (Israel atau Palestina) dapat kita lihat dari toleransi Israel terhadap Amerika yaitu pada saat pelantikan presiden AS Obama, mereka menghentikan sejenak serangan terhadap Palestina
AS sering mencampuri urusan permasalahan negara lain, yang diamngap berdaulat karen Amerika sebgai pemeganng kekuasaaan tertinggi dibidang ekonomi dan teknologinyapun juga dapt diperhitungkan oleh negara-negara lain sehingga sebagai pemegang saham Amerika dengan mudah untuk masuk kenegara lain dalam hal politik. Amerka adalah sebuah negara demokrasi yang menekankan atas asaz kemanusiaan dan pentingnya kedaualatan suatu negara inilah yang menjadi alasan Amerika sangat behati-hati tentang persoalan konfik Gaza.Namun disisi lain AS memiliki paham yang sama terhadap Israel dibidang kepercayaan.
Jadi, AS tidak lagi menghiraukan tujuan awal dari demokrasi yang dibangun oleh Amerika pada awal berdirinya Amerika.
April 24, 2009 pada 2:10 am
Rudiansyah Noor
Menurut penjelasan diatas, AS merupakan negara yang sangan kuat baik dibidang ekonomi maupun tekhnologi. Amerika dapat mencampuri urusan rumah tangga negara lain dengan alasan bahwa Amerika merupakan salah satu negara yang mempunyai hak vetto dalam PBB, selain itu pula Amerika merupakan negara super power yang menguasai perekonomian terbesar di dunia. Adapun tujuan Amerika Serikat itu sendiri hanya sebatas ingin melindungi negara Amerika, menjaga dan melindungi warga Amerika,serta melindungi keamanan dan kepentingan bisnis Amerika.
AS sangat berhati-hati dalam permasalahan anatara Palestina dengan Israel dalam konflik gaza karena kebanyakan AS sebagai kaum yahudi sedangkan diPalestina sebagai kaum muslimin maka dari itu AS sebenarnya lebih memihak pada Israel.
April 24, 2009 pada 4:43 am
firdha endah Y
Amerika Serikat disebut sebagai negara adidaya atau negara “super power” dan budaya Amerika Serikat memberikan pengruh besar tehadap budaya seluruh dunia. kekuatan dan persenjataan yang lengkap membuat AS sangat kuat dimata dunia. Sehingga tidak diragukan lagi jika AS dijuluki sebagai “polisi dunia”.
AS sangat berfikir untuk mencampuri urusan Israel dan Palestina, karena kedua negara ini memiliki pengruh yang sangat penting. Pemimpin AS dan Palestina sama-sama dari kaum Yahudi, Palestina juga memiliki peran penting dalam kelangsungan perekonomian AS karena Palestina adalah salah satu negara penyuplei minyak terbesar,itulah sebabnya mengapa AS tidak mau ikut campur
April 24, 2009 pada 5:27 am
firdhahis07
Amerika,negara yang di anggap sebagai polisi dunia yang selalu ikut campur dalam masalah dunia. salah satunya adalah konflik palestina dan Israel. peran serta Amerika dalam kasus ini adalah tindakan yang sangat tidak benar. amerika secara sengaja membiarkan perang ini terjadi dan malah terang-terangan mendukung,membantu dan melindungi Israel. bantuan militer yang di berikan kepada Israel dan dana guna lancarnya serangan Israel tak terhitung jumlahnya.
dalam hal ini Amerika selalu memberikan alasan-alasan yang ambigu. sangat susah di mengerti. amerika yang telah mendapat kecaman dari seluruh dunia dan PBB yang kontra terhadap tindakan Amerika,seolah-olah tidak digubris oleh Amerika. tetapi kecaman ini membuat Amerika berfikir dan berhati-hati dalam menangani menyelesaikan kasus ini.
April 24, 2009 pada 7:24 am
Rini Safitri
Amerika Serikat berlaku sebagai “polisi dunia” karena memang Amerika memiliki kemampuan untuk itu. Amerika merupakan sebuah negara yang maju hampir dalam segala hal. Dengan kelebihannya ini membuat Amerika Serikat menjadi sebuah Negara yang berpengaruh bahkan ditakuti oleh negara-nagara lain (walaupun tidak semua negara di dunia segan dan takut pada Amerka Serikat).
Dalam kasus “konflik Gaza” Amerika memang terlihat sangat berhati-hati. Meskipun Amerika sudah ditunding sebagai ”pendukung “ Israel dan Amerika dikecam habis-habisan oleh banyak negara bahkan dituntut ikut bertanggung jawab atas ribuan nyawa yang menjadi korban konflik Gaza, Amerika tetap bergeming. Bila kita tengok kembali bagaimana kemerdekaan Amerika Serikat dicapai, keadaan seolah-olah “menutup mata”nya Amerika Serikat atas melayangnya ratusan bahkan ribuan nyawa di Gaza sangatlah bertolak belakang dengan kutipan isi dari Decalaration of odependence yaitu “bahwa mereka oleh Tuhan dikarunia beberapa hak yang tidak dapat di tawar-gugat, di antaranya: kehidupan, kemerdekaan, dan kehendak mencapai kebahagiaan”. Dalam kutipan tersebut nampak bahwa Amerika Serikat sangat menjunjung tinggi kedaulatan dan hak azasi manusia. Tapi yang terjadi dalam kasus Gaza ini justru sebaliknya, Amerika Serikat tidak menjadi penengah tegas antara Israel dan Palestina. Amerika juga tidak ikut mengecam Israel sebagaimana banyak negara lainnya. Hal ini terjadi tentu karena ada pengaruh faktor politik ekonomi Amerika Serikat. Ekonomi Amerika sekarang di pegang oleh orang-orang Yahudi yang notabebenya adalah orang-orang Israel. Ini yang mungkin mengakibatkan Amerika tidak berani menindak tegas atau bahkan hanya mengecam perbuatan Israel.
April 24, 2009 pada 8:32 am
SOPIYATUN
Negara AS menjadi “polisi Dunia” karena pada dasarnya merupakan negara yang memang memiliki kekuatan militer yang sangat kuat didunia. Negara AS seharusnya mampu menengahi pertikaian antar negara yang sedang bergejolak, sehingga AS berhak untuk mencampuri urusan-urusan kenegaraan dalam negara lain atau urusan rumah tangga pada negara yang berdaulat.Amerika berhati -hati dalam pengambilan keputusan konflik GAZA sebagai negara yang mempunyai hak vetto karena konflik ini merupakan perang antara Israel (yahudi) dan palestina (islam). orang israel(yahudi) yang di Amerika menduduki/menjadi petinggi parlemen. peristiwa GAZA yang telah memakan banyak korban dan kehancuran yang dilakukan oleh pihak israel tidak mendapat simpati dari negara adi kuasa tersebut dikarenakan AS lebih nendukung israel daripada negara-negara islam, dimana mereka telah dicap oleh AS sebagai teroris dunia. AS tidak ingin mendapat kritikan negara-negara lain karena tidak ikut andil dalam meredakan konflik GAZA padahal AS mempunyai hak besar dalam PBB. dilain pihak AS tidak ingin kut tegang dengan israel bila AS ikut mengecap tindakan israel.
April 24, 2009 pada 8:49 am
Yunita Anggraini
Pada dasarnya amerika adalah sebuah bangsa yang mengusung ide demokrasi, hak asasi manusia (HAM), antitirani, dan berpandangan bahwa kebebasan global terancam bila satu atau sekelompok negara mengembangkan kekuasaannya dengan mendominasi negara lain.
Sejak runtuhnya pengaruh Uni Soviet pasca-Perang Dingin (1991), AS memang menjadi satu-satunya negara adikuasa dunia. Karena paling berkuasa dan berpengaruh di bidang ekonomi, teknologi, militer, dan human resources, AS selalu berperan sebagai “polisi dunia” sehingga apabila ada suatu negara yang dianggap dapat membahayakan dan mengancam perdamaian dunia, maka Amerika harus mampu mencegah atau kalau perlu menghancurkan negara tersebut.
Tetapi,di saat peradaban umat manusia menapaki milenium baru, negeri Paman Sam ini justru melupakan prinsip dasar yang diamanatkan founding fathers-nya. AS semakin menunjukkan superioritas dan ketidakpeduliannya terhadap HAM serta memaksakan hegemoninya atas bangsa dan kedaulatan negara lain,setidaknya bagi rakyat Irak,Iran,dan Afghanistan.Amerika serikat sebagai negara adidaya yang nyaris tanpa tandingan,menjelma menjadi “polisi dunia” yang seakan – akan berhak menentukan vonis berdasarkan nilai-nilai yang dianutnya baik secara langsung maupun tidak langsung.
Sehingga atas nama HAM dan Demokrasi Amerika sering kali melakukan intervensi secara terang-terangan terhadap Negara lain.
Akan halnya dengan konflik Gaza, dimana Amerika berhati-hati dalam menyikapi masalah tersebut ini berkaitan dengan banyaknya pongid Yahudi yang menjadi anggota kongres dan pejabat penting di Amerika.Disatu sisi AS selalu menjadi penggagas dan sponsor perdamaian tapi disatu sisi pula Amerika dengan sengaja selalu membuat buntu jalan perdamaian karena Amerika selalu berposisi sebagai pelindung setia Israel yang sering kali menjadi pelaku pelanggaran jalan perdamaian.Sikap amerika Sebagai negara adidaya tunggal, mestinya AS bersikap adil dalam penyelesaian konflik Israel-Palestina. Namun faktanya menunjukkan sebaliknya, dan sikap ini menjadi salah satu hambatan dalam penyelesaian konflik,justru melanggengkan konflik itu sendiri. Tak satu kali pun negara ini serius ingin kedua negara itu berdamai karena AS mempunyai kepentingan yang sama dengan Israel.
April 24, 2009 pada 9:09 am
NURUL QAMARIYAH
Seperti kita ketahui AS merupakan negara super power yang sampai sekarang tidak ada satu negara pun yang bisa menyainginya. Pada awal berdirinya negara amerika menggunakan sistem pemerintahan yang didasarkan pada sistem demokrasi murni tapi seiring berjalannya waktu pemerintahan amerika cendrung bersifat otoriter bahkan terhadap negara lain. Hal itu dikarenakan julukan “polisi dunia” yang melekat pada Amarika dimana Amerika bertindak mengamankan suatu negara seperti yang dilakukannya pada konflik di Irak tetapi yang sebenarnya Amerika hanyalah menginginkan kekayaan minyak Irak yang melimpah. Lain halnya dengan konflik irak dimana Ameraka berani langsung ambil bagian, pada konflik gaza Amerika sangat berhati-hati karena jika Amerika membiarkan Israel meneruskan agresinya kePalestina maka Amerika akan “dimusuhi” oleh dunia terutama dunia Islam dan eksestensi Amerika didunia bakal tercemar, tetapi jika Amerika menentang Agresi Israel maka kemungkinan besar diAmerika sendiri akan terjadi konflik internal sebab orang-orang yang berkuasa diParlemen Amerika sebagian besar beragama Yahudi (agama orang Israel).
April 24, 2009 pada 9:41 am
kartini
Karena AS merupakan negara yang super power, berkuasa dan berpengaruh di bidang ekonomi, teknologi, militer, dan human resources,sehingga mereka dikatakan sebagai polisi dunia.Sehingga mereka selalu ikut campur dalam rumah tangga yang berdaulat sebagaimana yang di lakukan terhadap Irak,Afghanistan,dan Iran.Timur Tengah bukan saja adalah gudang minyak dunia, juga adalah sarang teroris anti Amerika. Jadi bila Amerika bisa menguasai Irak, ada beberapa keuntungan.
Sedangkan terhadap konflik gaza, Amerika sangat berhati-hati terhadap persoalan ini dikarenakan banyaknya orang-orang yahudi yang menduduki jabatan penting di Amerika.Serta AS lebih pro dengan Israel karena sebagian besar di Israel sebagai non muslim yang searah pandangan dengan AS mengenai islam sebagai sumber terorisme.Sehingga mereka tidak berani terlalu ikut campur dalam konflik Gaza tersebut.
April 24, 2009 pada 11:46 am
Novita Andriani
Amerika,negara yang di anggap sebagai polisi dunia yang selalu ikut campur dalam masalah dunia. salah satunya adalah konflik palestina dan Israel. peran serta Amerika dalam kasus ini adalah tindakan yang sangat tidak benar. amerika secara sengaja membiarkan perang ini terjadi dan malah terang-terangan mendukung,membantu dan melindungi Israel. bantuan militer yang di berikan kepada Israel dan dana guna lancarnya serangan Israel tak terhitung jumlahnya.
dalam hal ini Amerika selalu memberikan alasan-alasan yang ambigu. sangat susah di mengerti. amerika yang telah mendapat kecaman dari seluruh dunia dan PBB yang kontra terhadap tindakan Amerika,seolah-olah tidak digubris oleh Amerika. tetapi kecaman ini membuat Amerika berfikir dan berhati-hati dalam menangani menyelesaikan kasus ini.
April 24, 2009 pada 12:27 pm
fatmawati
Amerika Serikat disebut “polisi dunia” karena latar belakang penduduknya memiliki prinsip hidup yaitu menjujung tinggi kebebasan dan hak asasi manusia. dan mereka sangat mementingkan pendidikan. oleh sebab itu,Amerika serikat menjadi negara Adikuasa yang peraannya sangat kuat dalam aspek apapun.
ikut campur Amerika dalam konflik Gaza,secara langsung mendukung Israel telah menimbulkan banyak kecaman pro dan kontra. antara Israel dan palestina ikut andil dalam perekonomian Amerika. karena itu Amerka sangat berhati-hati daam menangani konflik Gaza.
April 25, 2009 pada 2:53 am
Muhammad.Supiani
Amerika serikat disebut ‘polisi Dunia’ dilatar belakangi karena bangsa amerika memiliki kemajuan ekonomi yg sangat pesat sehingga menguasai perdagangan dunia sehingga negara lain tidak berkutik di buatnya.
AS sangat berhati-hati karena mereka tidak ingin ikut andil dalam mengatasi perang di Gaza karena dia takut perekonomiannya akan hancur.sehingga Amerika bisa disebut orang yg tidak bisa memegang prinsipnya sendiri,kenapa bisa disebut seperti itu? karena dia yg mencetuskan demokrasi tetapi dia sendiri yg tidak menjalankan demokrasi tersebut.karena yg mengatur perekonomian yg ada di Amerika sebagian besar dalah orang yahudi sehingga merea sangat berhati-hati ikut campur dalam konflik gaza.
April 25, 2009 pada 7:48 am
siska erina
mengapa amerika dikatakan sbg “polisi dinia” seperti yg sring kita dengar bahwa amerika adalah negara yg super power yg merasa memiliki kekuasaan lebih dan selalu turut ikut campur tangan dan negara lain,selebihnya amerika jg merupakan negara yg maju dlm hal kemiliteran,hal tsb dpt dilihat dr alat-alat kemiliteran yg dibuat oleh amerika serikat. begitu pula dlm bidang teknologi,ekonomi,budaya amerika sngt berkembang pesat.
Sejak terpilihnya Barack Obama sebagai Presiden Amerika Serikat ke-44, dunia merasakan angin perubahan. Obama dianggap sebagai sosok yang mampu merubah citra amerika di mata dunia. Amerika dengan segala organsinya. Amerika yang terlalu banyak ikut campur dalam urusan dalam negeri negara lain. Dan amerika yang tak segan-segan menjatuhkan sanksi ekonomi bahkan agresi meliter terhadap negara yang dianggap tak sejalan dengannya. Dari sumber yg saya ketahui pula ternyataAmerika sgt berpengaruh dgn yahudi. Siapapun yang akan menjadi presiden di amerika harus mendapat restu yahudi. Tak terkecuali Barack Obama. Sehingga mengharap sesuatu terhadap obama sama dengan mengharap pada yahudi. Seluruh sepak terjang presiden amerika serikat merupakan refleksi kepentingan yahudi. Presiden tidak ubahnya wayang yang dikendalikan oleh dalangnya yakni yahudi. Di amerika, yahudi menanamkan hegemoninya begitu dalam. Seluruh kegiatan politik amerika baik di dalam maupun di luar akan dipantau secara langsung oleh lembaga lobi yahudi yaitu AIPAC (American Israel Public Affairs Committee). Lembaga resmi ini didirikan tahun 1950-an. Kelompok lobi ini, dibangun oleh komunitas Yahudi Amerika untuk menjaga kepentingan Israel. AIPAC memiliki lima atau enam pelobi resmi di Kongres dengan staf berjumlah 150 orang, dengan dukungan budget tahunan sebesar 15 juta dollar. hal tsb lah yg membuat amerika sgt berhati-hati mengambil langkah yg benar kerena keterikatannya terhadap yahudi.