Secara etimologis, museum berasal dari kata Yunani, mouseion, yang sebenarnya merujuk kepada nama kuil pemujaan terhadap Muses, dewa yang berhubungan dengan kegiatan seni. Museion merupakan sebuah bangunan tempat suci untuk memuja Sembilan Dewi Seni dan llmu Pengetahuan. Salah satu dari sembilan Dewi tersebut ialah: MOUSE, yang lahir dari maha Dewa Zous dengan isterinya Mnemosyne.

Pengertian museum berdasarkan definisi yang diberikan International Council of Museums, adalah institusi permanen, nirlaba, melayani kebutuhan publik, dengan sifat terbuka, dengan cara melakukan usaha pengoleksian, mengkonservasi, meriset, mengkomunikasikan, dan memamerkan benda nyata kepada masyarakat untuk kebutuhan studi, pendidikan, dan kesenangan. Secara institusi museum adalah lembaga yang bertugas untuk mengumpulkan, merawat, menyimpan, meneliti, dan mengkomunikasikan koleksinya kepada masyarakat.

Tugas museum yakni sebuah lembaga yang memamerkan dan menerbitkan hasil-hasil penelitian dan pengetahuan tentang benda-benda yang penting bagi Kebudayaan dan llmu Pengetahuan.

Fungsi Museum: 1. Pusat Dokumentasi dan Penelitian llmiah 2. Pusat penyaluran ilmu untuk umum 3. Pusat penikmatan karya seni 4. Pusat perkenalan kebudayaan antar daerah dan antar bangsa 5. Obyek wisata 6. Media pembinaan pendidikan kesenian dan llmu Pengetahuan 7. Suaka Alam dan Suaka Budaya 8. Cermin sejarah manusia, alam dan kebudayaan 9. Sarana untuk bertaqwa dan bersyukur kepada Tuhan YME.

Tugas individu:

1.Jelaskan hubungan antara museum, arsip dan perpustakaan? 2. Bagaimana peranan ketiga hal tersebut dalam penelitian sejarah?

Catatan: Tugas dikumpul satu minggu setelah diposting

Wilayah laut merupakan tempat berusaha bebas (seperti halnya daerah hutan bagi masyarakat darat yang mengembara di hutan untuk mengumpulkan makanan. Dalam hal ini soal hak milik tidak berlaku sehingga masing-masing orang berusaha secara bebas untuk mengambilnya untuk keperluan nafkah sehari-hari.

Hal tersebut dapat dikatagorikan sebagai perburuan bagi masyarakat yang paling awal. Sementara dalam peradaban yang lebih tinggi disebut perompakan. Dulu ada juga istilah “Hak Tawan Karang” yaitu hak yang dimiliki oleh suatu masyarakat (Negara) apabila ada sesuatu di pantai yang terdampar. Pranata perdagangan muncul karena ada kebutuhan akan barang yang tidak dipunyai sehingga harus diperoleh dari pihak yang mempunyai. Biasanya diperoleh dengan jalan tukar-menukar dan pada tingkat yang lebih maju diperoleh dengan cara jual beli.

Hal demikian memerlukan interaksi antar kelompok dengan cara damai, sedangkan apabila hubungan demikian tidak ada, maka terjadilah perampasan, yang di laut dilakukan oleh bajak laut (perompakan).

Pertanyaan: Sejak kapan terjadinya perompakan? Dari suku bangsa apa saja yang mengawali perompakan di Nusantara pada awal kedatangan bangsa asing? Dan mengapa mereka melakukan perompakan?

Catatan: kelompok 2-3 orang. Jawaban diketik 2 spasi dan diprint out. Kumpul tanggal 17 November 2009 (saat kuliah)

Sejak masa khalifah Abu Bakar Assidiq, Usman bin Affan, Umar bin khattab, Ali bin Abithalib sampai keturunan selanjutnya, maka pengaruh Islam semakin luas. Dengan mencapai kemenangan-kemenangan yang gilang gemilang, bangsa Arab di bawah panji Islam menaklukkan negeri-negeri Palestina, Syria )Syam), Mesir, Afrika Utara, Spanyol, Irak, dan Iran (Persia), sehingga pada tahun 75 H kerajaan dari keturunan khalifah Omar telah terbatas di sebelah timur dengan India dan Tiongkok.

Salah seorang amir bernama Muhammad ibn Kasim, pada tahun 712 M/93 H diperintahkan oleh khalifah Walid II untuk menaklukkan SIndh, yaitu daerah Sungai Indus, bagian India yang paling jauh di sebelah Barat. Sebelum ke Sind (India) tentu Iran juga telah dikuasai, karena wilayah Iran merupakan perbatasan antara wilayah Islam dan India.

Penyerangan kedua, baru dimulai setelah 300 tahun kemudian. Di sebelah timur Iran timbul suatu kerajaan baru yaitu kerajaan Ghazni, terletak di Afganistan sekarang yang diperintah oleh seorang raja bernama Mahmud Ghazni, bangsa Turki. Diantara tahun 1000-1026 (390-417 H) ia memerangi daerah Punjab dan akhirnya ditaklukkan. Akan tetapi kerajaan Ghazni dibelakang hari direbut oleh Muhammad Ghori. Sultan inilah yang mengadakan serangan terhadap India semata-mata untuk merebut seluruh negeri itu. Waktu pemerintahannya dari tahun 1175-1203 (570-601 H) ia menduduki Punjab, Gujarat, Bihar dan Benggala, jadi dapat dikatakan seluruh Hindustan. Sungguhpun raja-raja Hindu mengadakan persekutuan yang kuat untuk melawan musuh baru itu, mereka dikalahkan juga dua kali di Tarain dekat Delhi, suatu tempat yang merupakan pintu gerbang ke lembah Ganges.

Sistem kasta di India, ternyata berpengaruh terhadap upaya masyarakatnya dalam mempertahankan negerinya. Mereka yang berada pada kasta bawah tidak merasa berkepentingan membela negerinya.

Sumber: T.S.G Moelia, India: Sejarah Politik dan Pergerakan Kebangsaan, Jakarta:Balai Pustaka, 1949.

Tugas Individu
Bagaimana model/sistem “penaklukan” yang dilakukan umat Islam (untuk mengajak memeluk Islam), sejak masa Rasululullah? Termasuk penaklukan di India.

Catatan: Ketik 2 spasi di print out, dikumpul Rabu depan tanggal 21 Oktober 2009.

Pembangunan maritim Indonesia sebenarnya merupakan pengulangan sejarah dari kejayaan martim Nusantara yang terhenti akibat visi pembangunan yang terlampau berpihak pada pembangunan kontinental. Kejayaan maritim Nusantara terungkap dari peristiwa masa lalu. Diantara sekian banyak kejayaan maritim Nusantara yang terkait dengan dunia global, maka peristiwa yang berkaitan dengan perdaganagan dan transportasi laut tergolong spektakuler. Harga komoditi (khususnya rempah-rempah) yang demikian tinggi nilainyadi pasaran dunia, telah merangsang saudagar manca Negara melakukan perdagangan melalui lautan di kerajaan Osmania Turki. Mereka memperketat hegemoni perdagangan rempah-rempah Indonesia di India dan Timur Tengah. Untuk masuk pasaran Eropa maka saudagar Turki menggunakan pelabuhan Venesia di Italia.

Sejalan dengan itu, maka lahirlah kerajaan-kerajaan Islam pantai ebagai bagian mata rantai dari perdagangan dunia dan hal itu ditandai dengan berakhirnya kerajaan Majapahit (abad ke 15). Kerajaan-kerajaan Islam pantai tersebut meletakkan kekuatannya pada perdagangan laut. Pelabuhan kerajaan-kerajaan maritime yang lebih terkenal dengan istilah Bandar yang berarti daerah wilayah perdagangan yang dipimpin oleh penguasa pelabuhan dengan gelar Syah Bandar, berkembang Bandar pelabuhan pada saat itu termaju adalah Pasai di Aceh, Banten, Demak, Cirebon, Tuban, Gresik, Makasar (Kerajaan Goa dan Tallo), Buton, Ternate , Tidore, Jaylolo dan Bacan yang kesemuanya merupakan kota-kota pelabuhan atau Bandar yang menjadi lintasan perdagangan rempah-rempah dari kepulauan Maluku menuju India melalui Selat Malaka dan kemudian menyebar ke Timur Tengah sampai Eropa.

Rempah-rempah menjadi penting untuk dikonsumsi oleh masyarakat Eropa, ketika penyakit menular mulai muncul, seperti demam, disentri dan pes di Portugis, Spanyol dan Inggris. Dan mereka menyakini bahwa berdasarkan temuan dan juga mitos bahwa rempah-rempah (khususnya cengkeh dan pala) mampu mengobati penyakit tersebut. Disamping itu, juga bisa untuk penyedap makanan untuk menyegarkan tubuh yang sangat digemari oleh para bangsawan di Mancanegara. Akibatnya, Negara-negara Eropa berusaha keras untuk mencari jalan lain di luar hegemoni perdagangan yang dikuasai oleh Kerajaan Turki Usmani.

Tugas Individu:
Buat peta dunia ukuran A3, lalu berikan arah panah jalur sutera darat, jalur sutera laut, dan jalur perdagangan/perjalanan bangsa-bangsa eropa (Spanyol, Portugis, Belanda, dan Inggris) sampai ke Indonesia (khususnya Maluku sebagai daerah tujuan rempah-rempah).

Catatan: tugas dikumpul pada tanggal 8 Oktober 2009 (pada saat kuliah)

Masa Raja Gupta (Masa Keemasan Hindu, 320-656 M)

Periodesasi sejarah India dapat dipilah sbb:
1. Masa Mohenjodaro dan Harappa (sampai 700 SM)
2. Masa Kerajaan-kerajaan Arya dan pemerintahan raja-raja Murya (185 SM)
3. Masa Andhra, parthy dan Kusan (185 SM- 225 M)
4. Masa raja-raja Gupta atau masa keemasan Hindu (320-606 M)
5. Masa Raja Harsha (606-647)
6. Masa kerajaan-kerajaan di India Utara, Deccan dan India Selatan (1200 M)

Pada masa Raja Gupta, kerajaan dipimpin oleh Chandra Gupta I (230-330 M), Samudera Gupta, 330-375 M). Para penguasa waktu itu dapat digolongkan sama dengan Pemerintahan Napoleon. Daerah utama yg menjadi taklukan adalah Hindustan dan negeri-negeri di sebelah utaranya. Setelah berhasil menguasai wilayah utara kemudian dilanjutkan ke negeri bagian selatan. Akibatnya beberapa kerajaan penting seperti kerajaan Kalinga dan Pallava (wa) menjadi takluk (daerah Madras Sekarang).

Hubungan diplomasi dilakukan juga dengan Raja Ceylon (Budha). Dampak hubungan itu adalah agama Budha di negeri itu terlindungi. Masa Chandragupta II (Vikramaditya) wilayah semakin luas, yaitu: Daerah sekitar Indus (yg dikuasai oleh orang Saka. India Barat: Gujarat dan Malwa juga dirampas. Dampaknya adalah Kerajaan Gupta dapat memiliki pelabuhan-pelabuhan. Aktivitas di pelabuhan menyebabkan Gupta mengadakan hubungan dengan negeri-negeri Arab dan Mesir melalui Laut Merah.

Gambaran Kerajaan Gupta pada masa ini yakni: kerajaan dan rakyat makmur dan sentosa, pemerintahan dijalankan dengan bijaksana selama lebih dari 30 tahun. Kesusastraaan berkembang, kitab-kitab kuno yang berbahasa Sanskrit dipelajari dan diselidiki. Pujangga yg masur pd waktu itu adalah Kalidasa. Selain itu, juga berkembang ilmu falak (ilmu bintang), ahlinya yakni : Aryabatha dan Varahmihira. Seni Suara juga dipelajari; pandai logam (membuat seni ukir; bangunan-bangunan, candi-candi, istana-istana juga didirikan; Bangunan itu sudah hamper punah, yg menurut pemberitaan dihancurkan oleh tentara Islam. Namun setelah raja wafat (415 M), lambat laun kerajaan semakin mundur. Penyebabnya adalah banyaknya desakan-desakan dari negeri bawahan untuk melepaskan diri (bangsa Huns, runtuh tahun 565 M); ketidakcakapan para penggantinya juga merupakan hal yg membuat kerajaan menjadi mundur. Pasca pemerintahan itu diganti oleh Raja Harsya (606-647 M).

Catatan: Materi di atas untuk mahasiswa regular A dan B. Pembagian tugas kelompok Regular A sbb:
1. Masa Andhra, parthy dan Kusan (185 SM- 225 M)
2. Masa Raja Harsha (606-647)
3. Masa kerajaan-kerajaan di India Utara, Deccan dan India Selatan (1200 M)
4. Masuknya Islam di India
5. Masa Pemerintahan Moghul
6. Masuknyanya kolonialisme Barat di India
7. Nasionalisme India
8. Perkembangan gerakan kemerdekaan Bangladesh
9. Perkembangan gerakan kemerdekaan Pakistan
10. Perkembangan gerakan kemerdekaan Srilanka
11. Masalah perkembangan gerakan di Afganistan
12. Masalah Kashmir
13. Biografi Nehru
14. Biografi Mahatma Gandhi

Catatan: waktu tugas di atas dua minggu setelah tugas ini diposting
- Tugas individu regular A: Jelaskan pertumbuhan agama Hindu dan Budha di India? Bagaimana proses munculnya sekte di India dan buat PETA ASIA SELATAN ukuran A3.
- Tugas ini dikumpulkan (diprint out) dua minggu setelah diposting.

MASA VEREENIGDE OOST-INDISCHE COMPAGNIE (VOC)

VOC adalah sebuah perusahaan yang didirikan dengan tujuan untuk menghindari persaingan antar sesama pedagang Belanda, sekaligus untuk menyaingi perusahaan imperialis lain seperti EIC (Inggris). VOC diberi hak Octrooi, yang antara lain meliputi : (a) Hak mencetak uang; (b) Hak mengangkat dan memberhentikan pegawai; (c) Hak menyatakan perang dan damai; (d) Hak untuk membuat angkatan bersenjata sendiri; dan (e) Hak untuk membuat perjanjian dengan raja-raja.

Hak-hak itu seakan melegalkan keberadaan VOC sebagai “penguasa” Hindia Belanda. Namun walau demikian, tidak berarti bahwa seluruh ekonomi Nusantara telah dikuasai VOC.

Kenyataannya, sejak tahun 1620, VOC hanya menguasai komoditi-komoditi ekspor sesuai permintaan pasar di Eropa, yaitu rempah-rempah. Kota-kota dagang dan jalur-jalur pelayaran yang dikuasainya adalah untuk menjamin monopoli atas komoditi itu. VOC juga belum membangun sistem pasokan kebutuhan-kebutuhan hidup penduduk pribumi. Peraturan-peraturan yang ditetapkan VOC seperti verplichte leverentie (kewajiban meyerahkan hasil bumi pada VOC ) dan contingenten (pajak hasil bumi) dirancang untuk mendukung monopoli itu. Disamping itu, VOC juga menjaga agar harga rempah-rempah tetap tinggi, antara lain dengan diadakannya pembatasan jumlah tanaman rempah-rempah yang boleh ditanam penduduk, pelayaran Hongi dan hak extirpatie (pemusnahan tanaman yang jumlahnya melebihi peraturan). Semua aturan itu pada umumnya hanya diterapkan di Maluku yang memang sudah diisolasi oleh VOC dari pola pelayaran niaga samudera Hindia.

Dengan memonopoli rempah-rempah, diharapkan VOC akan menambah isi kas negeri Belanda, dan dengan begitu akan meningkatkan pamor dan kekayaan Belanda. Disamping itu juga diterapkan Preangerstelstel, yaitu kewajiban menanam tanaman kopi bagi penduduk Priangan. Bahkan ekspor kopi di masa itu mencapai 85.300 metrik ton, melebihi ekspor cengkeh yang Cuma 1.050 metrik ton.

Namun, berlawanan dengan kebijakan merkantilisme Perancis yang melarang ekspor logam mulia, Belanda justru mengekspor perak ke Hindia Belanda untuk ditukar dengan hasil bumi. Karena selama belum ada hasil produksi Eropa yang dapat ditawarkan sebagai komoditi imbangan,ekspor perak itu tetap perlu dilakukan. Perak tetap digunakan dalam jumlah besar sebagai alat perimbangan dalam neraca pembayaran sampai tahun 1870-an.
Pada tahun 1795, VOC bubar karena dianggap gagal dalam mengeksplorasi kekayaan Hindia Belanda. Kegagalan itu nampak pada defisitnya kas VOC, yang antara lain disebabkan oleh : (a) Peperangan yang terus-menerus dilakukan oleh VOC dan memakan biaya besar, terutama perang Diponegoro; (b) Penggunaan tentara sewaan membutuhkan biaya besar; (c) Korupsi yang dilakukan pegawai VOC sendiri dan (d) Pembagian dividen kepada para pemegang saham, walaupun kas deficit.

Maka, VOC diambilalih (digantikan) oleh republik Bataaf (Bataafsche Republiek).
Republik Bataaf dihadapkan pada suatu sistem keuangan yang kacau balau. Selain karena peperangan sedang berkecamuk di Eropa (Continental stelstel oleh Napoleon), kebobrokan bidang moneter sudah mencapai puncaknya sebagai akibat ketergantungan akan impor perak dari Belanda di masa VOC yang kini terhambat oleh blokade Inggris di Eropa. Sebelum republik Bataaf mulai berbenah, Inggris mengambil alih pemerintahan di Hindia Belanda.

Tugas Individu:
Apakah VOC merupakan representative dari pemerintahan Hindia Belanda? Hikmah apa yang dapat dipetik dari kehadiran sampai kehancuran VOC di Nusantara?

Catatan: Ketik 2 spasi ukuran A4 (tanpa cover dan jilid), kumpul paling lambat tanggal 13 Oktober 2009.

a. Filsafat TAO

Filsafat tata negara bangsa Tiongkok dikenal dengan nama TAO. TAO adalah kekuatan yang mengatur segala-galanya dalam alam semesta, yang menciptakan harmoni dalam alam dan dalam masyarakat. Seperti bintang-bintang (planet) yang mempunyai jalan yang tetap, begitu pula manusia. Kaisar adalah pusat masyarakat. Masyarakat terdiri dari keluarga-keluarga. Dalam keluarga bapaklah yang menjadi pusatnya. Atau TAO adalah suatu paham yang memandang bahwa langit dan melihatnya disana berjalan teratur menurut hukum-hukum yang tertentu dan abadi. Ia melihat dunia ini sebagai cermin langit, dan berpendapat bahwa duniapun harus diatur sesuai dengan hukum-hukum TAO itu, supaya segala-galanya dapat berjalan dengan baik, tertib, dan teratur. Di langit bersemanyam Shang-ti yang merupakan pusat alam semesta. Untuk mengatur duniaShang-ti memberi kuasa kepada orang yang dipandangnya paling cakap, yakni kaisar. Karena itu, kaisar juga dianggap anak lagit. Dalam filsafat TAO dikenal hukum Li, yakni tahu tempatnya sendiri-sendiri dan menyesuaikan segala tingkah lakunya dengan itu. Dapat juga diartikan bahwa Li adalah tingkah laku yang baik dan layak. Segala bencana di dunia terjadi karena tidak menjalankan Li. Karena itu jika rakyat memberontak dengan rajanya, anak kepada bapaknya, maka kekacauan pasti akan terjadi.

Juga dikenal hukum I, yakni tahu maksud dan artinya TAO di dalam kehidupan sehari-hari. Ia harus dapat membawa diri. Adapun tempat-tempat manusia itu sudah ditetapkan ketika ia dilahirkan. Ia adalah anak dari bapaknya. Hamba sahaya dari rajanya. Adik dari kakaknya, teman dari temanya. Karena ia sudah tahu tempatnya, maka iapun harus tahu bagaimana menjalin (menjaga) hubungan bapaknya, rajanya, kakaknya dst. (Soeroto, 1965: 54).

b. Filsafat Kong Hu-tzu (Masa Pemerintahan Han Wu Ti, 140-87 SM)
Kong Hu-tzu diajdikan filsafat negara dalam kehidupan rakyat. Paham ini berakar dari kekeluargaan da kekeramatan hubungan keluarga. Filsafat ini memberi akhlak yang sederhana dan sehat kepada rakyat. Filsafat Kong Hu-tzu mengajarkan bahwa untuk memperoleh pegawai-pegawai yang cakap, maka para pegawai harus sistem ujian. Setelah ujian akan memeroleh ijazah. Hal itulah yang merupakan kunci untuk mendapatkan kedudukan dalam pemerintah. Syarat-syaratnya berat. Selama menempuh ujian para peserta dimasukkan dalam petak-petak (semacam ruang kecil). Sedangkan materi ujian yang diberikan yaitu pengetahuan tentang buku-buku pusaka Tiong Hwa, seperti: Shu Chiang, Shih Ching, I Ching, Yo Ching dan Ch’un Ch’iu dan tata bahasa yang indah.

Kong Hu-tzu adalah nama seseorang yang pada waktu itu dianggap memiliki pemikiran kefilsafatan yang hidup antara tahun 551-479 SM. Ia mengajarkan supaya orang kembali kepada zaman terdahulu, yaitu zaman Yao dan Shun dan zaman permulaan kerajaan Chou. Menurutnya, pada zaman itu orang hidup dalam masyarakat yang bahagia. Ia juga berpendapat bahwa kekacauan itu disebabkan oleh karena orang telah menyalahi hukum-hukum TAO.

Tugas Individu:
Setelah mencermati tentang filsafat TAO, dan KONG HU-TZU di atas, apakah ada relevansi terhadap kehidupan masyarakat Cina sekarang. Misalnya, mengapa banyak orang Cina sukses, khususnya dalam bidang bisnis. Begitu pula dalam bidang politik, apakah penerimaan paham sosialis-komunis terdapat pengaruh dari paham sebelumnya. Jelaskan!

Catatan: Jawaban di posting paling lambat tanggal 8 Oktober 2009

SYAHARUDDIN sekeluarga mengucapkan “selamat hari raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan bathin, semoga amal ibadah kita diterima di sisiNya. Jika selama pergaulan, terdapat kesalahan dalam perkataan dan perbuatan, maka dihari yang suci ini selaiknya kita saling bermaafan. Minal aidzin walfaidzin, maafkan lahir dan bathin.

1. Mohenjodaro
Benda-benda yang ditemukan: huruf, bangunan, perhiasan, alat rumah tangga, permainan anak-anak yang sudah dihiasi berbagai seni gambar dan seni ukir yang indah, mereka telah mengenal biantang: gajah, unta, kerbau, anjing. Berdasarkan benda-benda yang ditemukan di Mohenjodaro, maka dapat disimpulkan bahwa peradaban Lembah Sungai Indus di Mohenjodaro sudah sangat tinggi.

2. Harappa
Benda-benda yang ditemukan: arca-arca, patung (terra cotta) yang diukir seperti bentuk wanita telanjang dg dada terbuka. Ukiran itu member makna bahwa ibu merupaka sumber kehidupan; alat dapur dari tanah liat, periuk belanga, pembakaran dari batu keras (masih kuat sampai sekarang); sebuah patung pohon disamping dewa (gambaran kesucian pohon bodhi tempat Sidharta menerima wahyu) beberapa ratus tahun kemudian; arca-arca yg melukiskan lembu yg menyerang harimau; lembu yang bertanduk, sebagai gambaran bahwa mereka sangat mensuckan binatang. Hal ini tampak ketika masyarakat India mensucikan sapi sampai sekarang.

Kesimpulan: Peradaban LSI sama dengan kebudayaan di Sumeria dan Babylonia: mereka ahli dalam pembuatan barang batu dan logam; mengenal huruf pictograph (huruf yg terdiri dari gambar yg berbentuk binatang, seperti ikan. LSI juga dapat dikatakan lebih tinggi daripada di Eropa pada saat yang sama.

BANGSA ARYA
Bangsa Arya atau Indo Arya mendiami kawasan di sebelah timur sungai Indus: Diantara sungai Sutlej dan Yamuna. Arya adalah bangsa pengembara. Mereka memiliki kemampuan bersyair yang tinggi walau tidak mengenal bahasa tulis. Tradisi lisan ini merupakan transisi masa prasejarah dan sejarah. Diduga bahwa syair-syair yang dibuat oleh bangsa Arya dibuat setelah kebudayaan Harappa dan Mohenjodaro runtuh, sekitar 1500-1000 SM. Kedatangannya di India harus menyingkirkan terlebih dulu masyarakat sebelumnya, yakni masyarakat pendukung kebudayaan Mohenjodaro dan Harappa. Ciri masyarakat itu adalah berbahasa Dravida, dan tidak berhidung (menurut kitab Veda), bibir tebal, kulit hitam, dan menyembah dewa phallus (dewa kejantanan).

Bangsa Arya sangat menghargai wanita. Hal itu terbukti ketika para wanita dipercayakan untuk mengatur rumah tangga, membangi kurban, mengatur para budak dan anggota keluarga yang lain. Wanita juga ditugaskan menggiling gandum, mencuci alat-alat dapur, dan melahirkan anak (laki-laki). Budaya Arya sangat mendambakan anak-anak laki-laki, jika tidak diperoleh maka istri bisa dicerai. Begitupula ketika suami meninggal, maka sang istri harus menaiki pancake, tempat pembakaran jenazah suami dan ikut terbakar bersama suami. Abu jenazah serta tulang belulang dicuci dan disimpan dalam guci.

Kebiasaan lain bangsa Arya yaitu gemar melakukan lomba perang-perangan atau lomba memanah. Tari-tarian dilakukan dengan gembira yg diiringi dg music. Mereka juga punya kebiasaan bermain judi (permainan dadu). Perkawinan hanya terjadi pada wanita dewasa dan tidak dikenal poligami, kecuali para kepala suku. Bagi mereka perkawinan adalah sesuatu yang suci. Hal itu dapat dilihat dalam kitab veda: “Saya menggandeng tanganmu untuk kebahagiaan dan kebesaranmu sampai ke hari tua dengan saya suamimu”.

KITAB RAMAYANA DAN MAHABARATA
Inti cerita tersebut adalah kisah perjalanan Bangsa Arya. Kedua, kedudukan pendeta tidak terlalu penting dibading ksatria. Ketiga, kemegahan yg terbesar adalah mati dalam pertempuran, yg bakal menjamin kemasyuran abadi. Prajurit harus ditopang dengan kejujuran ketika berhadapan dengan musuhnya. Sedangkan wanita digambarkan sebagai wanita setengah pria, yg menjadi teman sejati, sumber abadi dari sifat baik, kesenangan dan kekasih dalam keluarga. Istri yg baik adalah telam dalam kesunyian, seorang ayah yang member nasehat, dan suatu peristirahatan dalam menempuh pengembaraan hidup.

TUGAS INDIVIDU!

1. Jelaskan tentang kelahiran Hindu dan Budha?
2. Jelaskan, mengapa di India muncul Sekte-sekte?
3. Buat peta Asia Selatan ukuran A3!

Ket. Diposting paling tanggal 2 Oktober 2009

17 Agustus 1945, kita merdeka secara Yuridis. Antusias menyambut kemerdekaan pun bergemuruh diseluruh tanah air, walaupun sebagian daerah terlambat karena persoalan komunikasi informasi. Sampai pada tahun 1959, kemerdekaan semakin konkret ketika Pemerintah Belanda mengakui kemerdekaan RI. Namun satu hal yang patut dipertanyakan, adalah apakah hari ini kita sudah “merdeka”? Jawabnya tentu hanya ada dua, ya dan belum. Ketika warga negara masih mendapat tekanan karena menyuarakan hati nurani, maka kita pun sebenarnya belum merdeka. Lihatlah beberapa kasus, seperti kasus Prita. Adalah sebuah contoh konkret bahwa di negeri ini belum merdeka, dalam arti mengeluarkan pendapat. Karena itu, kemerdekaan hakiki hari ini tampaknya belum ada…..!

Flickr Photos

eight.

The edge of a Dutch kingdom

I'm still standing................. yeah yeah yeah

More Photos

 

November 2009
S S R K J S M
« Okt    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Blog Stats

  • 16,992 hits