Sejak kuliah dulu….penyakit yang sering menghinggapi adalah ketika lama di rantau jadi pengen pulang. Kelamaan di kampung juga pengen pulang (buat ngerjakan tugas-tugas kuliah plus tugas akhir). Entah bagaimana caranya…rezeki buat beli tket khususnya, selalu siap saja. Inilah mungkin yang disebut bahwa rezeki selalu datang dengan tiba-tiba bagi seseorang yang bertaqwa. Pertanyaannya apakah berarti saya termasuk orang yang bertaqwa? Semoga.
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Masa tumbuh kembang pada siswa merupakan masa penting dalam membentuk kepribadian siswa tersebut, maka dari itu pendidikan merupakan suatu bimbingan secara sadar oleh pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani anak didik menuju terciptanya kepribadian yang utama, pendidikan juga merupakan suatu proses yang berkesinambungan yang bertujuan untuk membentuk kedewasaan anak dan mengetahui sifat dasar yang ada pada diri anak atau manusia, sifat dasar yang ada pada manusia terdiri atas tiga komponen yang harus di bangun untuk membentuk kepribadian pada diri manusia yaitu Ruh, Jasmani dan Akal.
Tujuan pendidikan nasional sendiri secara makro bertujuan membentuk organisasi pendidikan yang bersifat otonom sehingga mampu melakukan inovasi dalam pendidikan untuk suatu lembaga yang beretika, selalu menggunakan nalar, berkemampuan komunikasi sosial yang positif dan memiliki sumber daya manusia yang sehat dan tangguh.
Agar tujuan pendidikan bisa tercapai, maka perubahan dalam sistem pendidikan harus dilakukan secara terencana dan menyeluruh, dan sistem pendidikan yang konvensional menuju sistem pendidikan yang berorientasi kompetensi. Sistem pendidikan yang hanya berbasis pada input dan proses dipandang kurang dinamis, kurang efisien, dan mengarah pada stagnasi pedagogik, sehingga mengakibatkan sistem pendidikan sulit beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan aspirasi serta kebutuhan masyarakat.
Sedangkan guru yang memandang anak didik sebagai pribadi yang berbeda dengan anak didik lainnya akan berbeda dengan guru yang memandang anak didik sebagai mahkluk yang sama dan tidak ada perbedaan dalam segala hal. Maka adalah penting meluruskan pandangan yang keliru dalam menilai anak didik. Sebaiknya guru memandang anak didik sebagai individu dengan sebaiknya guru memandang anak didik sebagai individu dengan segala perbedaannya, sehingga mudah melakukan pendekatan dalam pengajaran.
Cara mengajar yang menggunakan teknik yang beraneka ragam disertai dengan pengertian yang mendalam dari pihak guru akan memperbesar minat siswa dan akan mempertinggi pula hasil belajarnya. Dengan mengajak, merangsang dan memberi kesempatan kepada siswa untuk ikut serta menggunakan pendapat, belajar mengambil keputusan, bekerja dalam kelompok, membuat laporan dan lain-lain, akan membawa siswa pada suasana belajar yang sesungguhnya bukan pada suasana diajar saja. Berdasarkan dari semua itu, maka perlu dicari langkah-langkah penyelesaian agar siswa tidak merasa enggan dengan mata pelajaran tersebut.
Dari harapan dan kenyataan tersebut diatas penulis ingin mencoba untuk membahas dan meneliti melalui judul “Peningkatkan Prestasi Belajar Masalah Ekonomi Internasional Pada Mata Pelajaran Ekonomi Terhadap Siswa Kelas XII-IS Semester I Melalui Penerapan Metode Bervariasi”.
B. Identifikasi Masalah
Berikut masalah yang terlihat dari paparan latar belakang diatas:
1. Masa tumbuh kembang pada siswa merupakan masa penting dalam membentuk kepribadian siswa tersebut.
2. Tujuan pendidikan nasional sendiri secara makro bertujuan membentuk organisasi pendidikan yang bersifat otonom
3. Agar tujuan pendidikan bisa tercapai, maka perubahan dalam sistem pendidikan harus dilakukan secara terencana dan menyeluruh, dan sistem pendidikan yang konvensional menuju sistem pendidikan yang berorientasi kompetensi.
4. Penerapan metode yang bervaraiasi untuk meningkatkan prestasi belajar Ekonomi pada siswa kelas XII-Ilmu Sosial.
C. Rumusan Masalah
Dari uraian latar belakang masalah sebagaimana disebutkan diatas timbullah permasalahan yang jika dirumuskan berkisar pada pertanyaan sebagai berikut : “Adakah Peningkatan Prestasi Belajar Ekonomi Pokok Bahasan Masalah Ekonomi Internasional Melalui Penerapan Metode Bervariasi Pada Siswa Kelas XII-Ilmu Sosial Semester I”.
D. Batasan Masalah Penelitian
Penelitian ini di batasi hanya pada
1. Kelas XII-IS.1 semester I yang berjumlah 31 siswa
2. Pokok bahasan Masalah ekonomi internasional
3. Meningkatkan prestasi dan minat serta pemahaman siswa terhadap pokok bahasan yang di sajikan.
4. Karena dilaksanakan dengan biaya mandiri penelitian dilakukan selama 2 bulan
E. Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai dalam pembahasan ini adalah :
1. Memberikan gambaran tentang penerapan metode bervariasi yang tepat untuk menjadikan siswa lebih tertarik dan aktif dalam mengikuti kegiatan pembelajaran dan meningkatkan prestasi belajar.
2. Untuk mengetahui peranan pengajaran metode bervariasi terhadap pemahaman peserta didik pada pokok bahasan mata pelajaran Ekonomi.
3. Untuk mengetahui apakah pengajaran dengan penerapan metode bervariasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ekonomi pokok bahasan masalah ekonomi internasional.
F. Manfaat Penelitian
Hasil dan pelaksanaan classroom action research yang dilakukan ini akan memberikan manfaat yang berarti bagi perorangan maupun instansi di bawah ini :
1. Bagi guru : Dengan dilaksanakannya penelitian tindakan ini, guru dapat lebih terampil menggunakan pembelajaran bervariasi, guru akan terbiasa melakukan penelitian kecil yang tentu sangat bermanfaat bagi perbaikan proses belajar mengajar.
2. Bagi siswa : Hasil penelitian ini akan bermanfaat bagi siswa yang bermasalah di kelas ini agar berusaha meningkatkan aktivitas belajaranya sehingga dapat meningkatkan hasil belajarnya.
3. Bagi sekolah : Hasil penelitian ini akan memberikan sumbangan yang banyak dalam rangka memperbaiki pembelajaran didalam kelas, peningkatan kualitas sekolah dan bermanfaat bagi sekolah-sekolah lain.
4. Bagi kurikulum : Hasil penelitian ini akan memberikan masukan bahwa dengan memberikan pembelajaran bervariasi dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam bertanya, sehingga dapat mengembangkan kurikulum dalam menggunakan metode pengajaran.
Ramadhan telah meninggalkan kita, tinggallah kesedihan. Kesedihan karena Sang Penjamu ‘Allah SWT’ ‘ telah ‘pergi’. Ibarat tuan rumah dan tamu, maka Allah dalam posisi penjamu. Ia menjamu kita selama sebulan, ia menggandakan pahala, bahkan ia pun merahasiakan jumlah pahala yang akan ia berikan. Intinya urusan pahala hanya Allah yang tahu.
Kita telah melalui Ramadhan. Apakah dengan kualitas puasa yang luar biasa atau biasa-biasa saja, hanya kita sendiri yang tahu hal itu. Harapan semua orang: puasa diterima, sholat (tarawih diterima), dosa diampuni serta dimasukkan ke dalam surga ‘Ar Royan’ Surga bagi orang-orang yang berpuasa.
Namun yang terpenting adalah kita meraih taqwa. Sebagaimana penghujung QS. Al Baqarah 183: lallakum tattakun: agar kamu menjadi orang yang bertaqwa. Apa definisi taqwa? Sangat banyak definisi dari para ahli, namun intinya adalah ‘takut kepada Allah’ dalam pengertian: takut meninggalkan larangannya, dan takut takut tidak menjalankan perintahnya.
MELALUI BLOG INI, KEPADA SELURUH BLOGER DAN PEMBACA BLOG INI, SECARA PRIBADI SAYA MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI, MINAL AIDZIN WALFAIDZIN, TAQABBALLALLAHU MINNA WAMINKUM…..MOHON MAAF LAHIR BATHIN.
Islam di Amerika Sebelum Columbus
Christopher Columbus menyebut Amerika sebagai ‘The New World’ ketika pertama kali menginjakkan kakinya di benua itu pada 21 Oktober 1492. Namun, bagi umat Islam di era keemasan, Amerika bukanlah sebuah ‘Dunia Baru’. Sebab, 603 tahun sebelum penjelajah Spanyol itu menemukan benua itu, para penjelajah Muslim dari Afrika Barat telah membangun peradaban di Amerika.
Klaim sejarah Barat yang menyatakan Columbus sebagai penemu benua Amerika akhirnya terpatahkan. Sederet sejarawan menemukan fakta bahwa para penjelajah Muslim telah menginjakkan kaki dan menyebarkan Islam di benua itu lebih dari setengah milenium sebelum Columbus. Secara historis umat Islam telah memberi kontribusi dalam ilmu pengetahuan, seni, serta kemanusiaan di benua Amerika.
”Tak perlu diragukan lagi, secara historis kaum Muslimin telah memberi pengaruh dalam evolusi masyarakat Amerika beberapa abad sebelum Christopher Columbus menemukannya,” tutur Fareed H Numan dalam American Muslim History A Chronological Observation. Sejarah mencatat Muslim dari Afrika telah menjalin hubungan dengan penduduk asli benua Amerika, jauh sebelum Columbus tiba.
Sejarawan Ivan Van Sertima dalam karyanya They Came Before Columbus membuktikan adanya kontak antara Muslim Afrika dengan orang Amerika asli. Dalam karyanya yang lain, African Presence in Early America, Van Sertima, menemukan fakta bahwa para pedagang Muslim dari Arab juga sangat aktif berniaga dengan masyarakat yang tinggal di Amerika.
Van Sertima juga menuturkan, saat menginjakkan kaki di benua Amerika, Columbus pun mengungkapkan kekagumannya kepada orang Karibian yang sudah beragama Islam. “Columbus juga tahun bahwa Muslim dari pantai Barat Afrika telah tinggal lebih dulu di Karibia, Amerika Tengah, Selatan, dan Utara,” papar Van Sertima. Umat Islam yang awalnya berdagang telah membangun komunitas di wilayah itu dengan menikahi penduduk asli.
Menurut Van Sertima, Columbus pun mengaku melihat sebuah masjid saat berlayar melalui Gibara di Pantai Kuba. Selain itu, penjelajah berkebangsaan Spanyol itu juga telah menyaksikan bangunan masjid berdiri megah di Kuba, Meksiko, Texas, serta Nevada. Itulah bukti nyata bahwa Islam telah menyemai peradabannya di benua Amerika jauh sebelum Barat tiba.
Fakta lainnya tentang kehadiran Islam di Amerika jauh sebelum Columbus datang juga diungkapkan Dr Barry Fell, seorang arkeolog dan ahli bahasa dari Universitas Harvard. Dalam karyanya berjudul Saga America, Fell menyebutkan bahwa umat Islam tak hanya tiba sebelum Columbus di Amerika. Namun, umat Islam juga telah membangun sebuah peradaban di benua itu.
Fell juga menemukan fakta yang sangat mengejutkan. Menurut dia, bahasa yang digunakan orang Pima di Barat Daya dan bahasa Algonquina, perbendaharaan katanya banyak yang berasal dari bahasa Arab. Arkeolog itu juga menemukan tulisan tua Islami di beberapa tempat seperti di California.
Di Kabupaten Inyo, negara bagian California, Fell juga menemukan tulisan tua lainnya yang berbunyi ‘Yasus bin Maria’ yang dalam bahasa Arab berarti “Yesus, anak Maria”. “Ini bukan frase Kristen,” cetus Fell. Faktanya, menurut dia, frase itu ditemukan dalam kitab suci Alquran. Tulisan tua itu, papar dia, usianya lebih tua beberapa abad dari Amerika Serikat.
Arkeolog dan ahli bahasa itu juga menemukan teks, diagram, serta peta yang dipahat di batu yang digunakan untuk kepentingan sekolah. Temuan itu bertarikh antara tahun 700 hingga 800 M. Teks serta diagram itu berisi mata pelajaran matematika, sejarah, geografi, astronomi, dan navigasi laut. Bahasa pengajaran yang ditemukan itu menggunakan tulisan Arab Kufi dari Afrika Utara.
Sejarawan seni berkebangsaan Jerman, Alexander Von Wuthenau, juga menemukan bukti dan fakta keberadaan Islam di Amerika pada tahun 800 M hingga 900 M. Wuthenau menemukan ukiran kepala yang menggambarkan seperti bangsa Moor. Itu berarti, Islam telah bersemi di Amerika sekitar separuh milenium sebelum Columbus lahir.
Dia juga menemukan ukiran serupa bertarik 900 M hingga 1500 M. Artifak yang ditemukan itu mirip foto orang tua yang biasa ditemui di Mesir. Youssef Mroueh dalam tulisannya Muslim in The Americas Before Columbus memaparkan penuturan Mahir Abdal-Razzaaq El, orang Amerika asli yang menganut agama Islam. Mahir berasal dari suku Cherokee yang dikenal sebagai Eagle Sun Walker.
Mahir memaparkan, para penjelajah Muslim telah datang ke tahan kelahiran suku Cherokee hampir lebih dari 1.000 tahun lalu. Yang lebih penting lagi dari sekedar pengakuan itu, kehadiran Islam di Amerika, khususnya pada suku Cherokee adalah dengan ditemukannya perundang-undangan, risalah dan resolusi yang menunjukkan fakta bahwa umat Islam di benua itu begitu aktif.
Salah satu fakta yang membuktikan bahwa suku asli Amerika menganut Islam dapat dilacak di Arsip Nasional atu Perpustakaan Kongres. Kesepakatan 1987 atau Treat of 1987 mencantumkan bahwa orang Amerika asli menganut sistem Islam dalam bidang perdagangan, kelautan, dan pemerintahan. Arsip negara bagian Carolina menerapkan perundang-undangan seperti yang diterapkan bangsa Moor.
Menurut Youssef, pemimpin suku Cherokee pata tahun 1866 M adalah seorang pria bernama Ramadhan Bin Wati. Pakaian yang biasa dikenakan suku itu hingga tahun 1832 M adalah busana Muslim. ”Di Amerika Utara sekurangnya terdapat 565 nama suku, perkampungan, kota, dan pegunungan yang akar katanya berasal dari bahasa Arab,” papar Youssef.
Fakta-fakta itu membuktikan bahwa Islam telah hadir di tanah Amerika, ketika kekhalifahan Islam menggenggam kejayaannya. Hingga kini, agama Islam kian berkembang pesat di Amerika – apalagi setelah peristiwa 11 September. Masyarakat Amerika kini semakin tertarik dan meyakini bahwa Islam adalah agama yang paling benar.
Pengaruh Islam di Benua Amerika
Sekali-kali cobalah Anda membuka peta Amerika. Telitilah nama tempat yang ada di Negeri Paman Sam itu. Sebagai umat Islam, pastilah Anda akan dibuat terkejut.
Apa pasal? Ternyata begitu banyak nama tempat dan kota yang menggunakan kata-kata yang berakar dan berasal dari bahasa umat Islam, yakni bahasa Arab.
Tak percaya? Cobalah wilayah Los Angeles. Di daerah itu ternyata terdapat nama-nama kawasan yang berasal dari pengaruh umat Islam. Sebut saja, ada kawasan bernama Alhambra. Bukankah Alhambra adalah nama istana yang dibangun peradaban Islam di Cordoba?
Selain itu juga ada nama teluk yang dinamai El Morro serta Alamitos. Tak cuma itu, ada pula nama tempat seperti; Andalusia, Attilla, Alla, Aladdin, Albany, Alcazar, Alameda, Alomar, Almansor, Almar, Alva, Amber, Azure, dan La Habra.
Setelah itu, mari kita bergeser ke bagian tengah Amerika. Mulai dari selatan hingga Illinois juga terdapat nama-nama kota yang bernuansa Islami seperti; Albany, Andalusia, Attalla, Lebanon, dan Tullahoma. Malah, di negara bagian Washington terdapat nama kota Salem.
Pengaruh Islam lainnya pada penamaan tempat atau wilayah di Amerika juga sangat kental terasa pada penamaan Karibia (berasal dari bahasa Arab). Di kawasan Amerika Tengah, misalnya, terdapat nama wilayah Jamaika dan Kuba. Muncul pertanyaan, apakah nama Kuba itu berawal dan berakar dari kata Quba – masjid pertama yang dibangun Rasulullah adalah Masjid Quba. Negara Kuba beribu kota La Habana (Havana).
Di benua Amerika pun terdapat sederet nama pula yang berakar dari bahasa Peradaban Islam seperti pulau Grenada, Barbados, Bahama, serta Nassau. Di kawasan Amerika Selatan terdapat nama kota-kota Cordoba (di Argentina), Alcantara (di Brazil), Bahia (di Brazil dan Argentina). Ada pula nama pegunungan Absarooka yang terletak di pantai barat.
Menurut Dr A Zahoor, nama negara bagian seperti Alabama berasal dari kata Allah bamya. Sedangkan Arkansas berasal dari kata Arkan-Sah. Sedangkan Tennesse dari kata Tanasuh. Selain itu, ada pula nama tempat di Amerika yang menggunakan nama-nama kota suci Islam, seperti Mecca di Indiana, Medina di Idaho, Medina di New York, Medina dan Hazen di North Dakota, Medina di Ohio, Medina di Tennessee, serta Medina di Texas. Begitulah peradaban Islam turut mewarnai di benua Amerika.
Senin, 16 Juni 2008 Fakta Eksistensi Islam di Amerika
T ahun 999 M: Sejarawan Muslim Abu Bakar Ibnu Umar Al-Guttiya mengisahkan pada masa kekuasaan Khalifah Muslm Spanyol bernama Hisham II (976 M -1009 M), seorang navigator Muslim bernama Ibnu Farrukh telah berlayar dari Kadesh pada bulan Februari 999 M menuju Atlantik. Dia berlabuh di Gando atau Kepulauan Canary Raya. Ibnu Farrukh mengunjungi Raja Guanariga. Sang penjelajah Muslim itu memberi nama dua pulau yakni Capraria dan Pluitana. Ibnu Farrukh kembali ke Spanyol pada Mei 999 M.
Tahun 1178 M: Sebuah dokumen Cina yang bernama Dokumen Sung mencatat perjalanan pelaut Muslim ke sebuah wilayah bernama Mu-Lan-Pi (Amerika). Tahun 1310 M: Abu Bakari seorang raja Muslim dari Kerajaan Mali melakukan serangkaian perjalanan ke negara baru. Tahun 1312 M: Seorang Muslim dari Afrika (Mandiga) tiba di Teluk Meksiko untuk mengeksplorasi Amerika menggunakan Sungai Mississipi sebagai jalur utama perjalanannya.
Tahun 1530 M: Budak dari Afrika tiba di Amerika. Selama masa perbudakan lebih dari 10 juta orang Afrika dijual ke Amerika. Kebanyakan budak itu berasal dari Fulas, Fula Jallon, Fula Toro, dan Massiona – kawasan Asia Barat. 30 persen dari jumlah budak dari Afrika itu beragama Islam.
Tahun 1539 M: Estevanico of Azamor, seorang Muslim dari Maroko, mendarat di tanah Florida. Tak kurang dari dua negara bagian yakni Arizona dan New Mexico berutang pada Muslim dari Maroko ini. Tahun 1732 M: Ayyub bin Sulaiman Jallon, seorang budak Muslim di Maryland, dibebaskan oleh James Oglethorpe, pendiri Georgia. Tahun 1790 M: Bangsa Moor dari Spanyol dilaporkan sudah tinggal di South Carolina dan Florida.
Dari: Republika Online 16 Juni 2008
PGRI lahir pada 25 November 1945, setelah 100 hari proklamasi kemerdekaan Indonesia. Cikal bakal organisasi PGRI adalah diawali dengan nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) tahun 1912, kemudian berubah nama menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI) tahun 1932.
Semangat kebangsaan Indonesia telah lama tumbuh di kalangan guru-guru bangsa Indonesia. Organisasi perjuangan huru-guru pribumi pada zaman Belanda berdiri tahun 1912 dengan nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB).
Organisasi ini bersifat unitaristik yang anggotanya terdiri dari para Guru Bantu, Guru Desa, Kepala Sekolah, dan Penilik Sekolah. Dengan latar belakang pendidikan yang berbeda-beda mereka umumnya bertugas di Sekolah Desa dan Sekolah Rakyat Angka Dua.
Sejalan dengan keadaan itu maka disamping PGHB berkembang pula organisasi guru bercorak keagamaan, kebangsaan, dan yang lainnya.
Kesadaran kebangsaan dan semangat perjuangan yang sejak lama tumbuh mendorong para guru pribumi memperjuangkan persamaan hak dan posisi dengan pihak Belanda. Hasilnya antara lain adalah Kepala HIS yang dulu selalu dijabat orang Belanda, satu per satu pindah ke tangan orang Indonesia. Semangat perjuangan ini makin berkobar dan memuncak pada kesadaran dan cita-cita kesadaran. Perjuangan guru tidak lagi perjuangan perbaikan nasib, tidak lagi perjuangan kesamaan hak dan posisi dengan Belanda, tetapi telah memuncak menjadi perjuangan nasional dengan teriak
Pada tahun 1932 nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) diubah menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI). Perubahan ini mengejutkan pemerintah Belanda, karena kata “Indonesia” yang mencerminkan semangat kebangsaan sangat tidak disenangi oleh Belanda. Sebaliknya, kata “Indonesia” ini sangat didambakan oleh guru dan bangsa Indonesia.
Pada zaman pendudukan Jepang segala organisasi dilarang, sekolah ditutup, Persatuan Guru Indonesia (PGI) tidak dapat lagi melakukan aktivitas.
Semangat proklamasi 17 Agustus 1945 menjiwai penyelenggaraan Kongres Guru Indonesia pada tanggal 24 – 25 November 1945 di Surakarta. Melalaui kongres ini, segala organisasi dan kelompok guru yang didasarkan atas perbedaan tamatan, lingkungan pekerjaan, lingkungan daerah, politik, agama, dan suku, sepakat dihapuskan. Mereka adalah – guru-guru yang aktif mengajar, pensiunan yang aktif berjuang, dan pegawai pendidikan Republik Indonesia yang baru dibentuk. Mereka bersatu untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Di dalam kongres inilah, pada tanggal 25 November 1945 – seratus hari setelah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) didirikan.
Dengan semangat pekik “merdeka” yang bertalu-talu, di tangan bau mesiu pemboman oleh tentara Inggris atas studio RRI Surakarta, mereka serentak bersatu untuk mengisi kemerdekaan dengan tiga tujuan :
1. Memepertahankan dan menyempurnakan Republik Indonesia;
2. Mempertinggi tingkat pendidikan dan pengajaran sesuai dengan dasar-dasar kerakyatan;
3. Membela hak dan nasib buruh umumnya, guru pada khususnya.
Sejak Kongres Guru Indonesia itulah, semua guru Indonesia menyatakan dirinya bersatu di dalam wadah Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).
Jiwa pengabdian, tekad perjuangan dan semangat persatuan dan kesatuan PGRI yang dimiliki secara historis terus dipupuk dalam mempertahankan dan mengisi kemerdekaan negara kesatuan republik Indonesia. Dalam rona dan dinamika politik yang sangat dinamis, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) tetap setia dalam pengabdiannya sebagai organisasi perjuangan, organisasi profesi, dan organisasi ketenagakerjaan, yang bersifat unitaristik, independen, dan tidak berpolitik praktis.
Untuk itulah, sebagai penghormatan kepada guru, pemerintah Republik Indonesia dengan Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994, menetapkan hari lahir PGRI tanggal 25 November sebagai Hari Guru Nasional, dan diperingati setiap tahun.
Semoga PGRI, guru, dan bangsa Indonesia tetap jaya dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=6050131
1. Amerika pada periode kuno: Peradaban suku Aztec.
2. Amerika pada periode kuno: Peradaban suku Inca.
3. Amerika pada periode kuno: Peradaban suku Maya.
4. Amerika pada periode awal kolonisasi bangsa-bangsa eropa.
5. Terbentuknya Koloni Amerika.
6.Perang kemerdekaan Amerika.
7. Perang Sipil (1861-1865) dan Rekonstruksi (1865-1877) .
8. Perubahan struktur social politik (termasuk hub. Luar negeri/diplomasi) masyarakat
Amerika sampai akhir abad 19.
9.Perubahan struktur social ekonomi Amerika sampai akhir abad 19.
10. Perubahan struktur social politik (termasuk hub. Luar negeri/diplomasi) masyarakat
Amerika abad Abad 20.
11.Perubahan struktur social ekonomi Amerika abad 20.
12. Amerika latin dalam menghadapi imprealisme dan kolonialisme bangsa-bangsa
Eropa (sejak abad 19-20).
13. Amerika dan Perbudakan (sampai abad 20)
14. Amerika dan Demokrasi (abad 20-21)
15. Amerika dan Islam (abad 20-21)
16. Amerika dan Teroris (abad 20-21)
18.Amerika dan Politik Luar negeri (abad 20-21)
19. Amerika dan Yahudi/Israel (abad 20-21)
20. Amerika dan ekonomi kapitalis (Abad 20-21)
21 Amerika dan hubungannya dengan Negara-negara sosialis komunis (Abad 20-21)
22. Amerika dan hubungannya dengan Negara-negara Timur Tengah (Abad 20-21)
23. Amerika dan hubungannya dengan Indonesia (Abad 20-21)
Catatan: Tugas makalah (pengantar, isi, kesimpulan+daftar pustaka 3-5 sumber). 2-3 orang per kelompok. Jika jumlah tema melebihi dari kelompok boleh dipilih tema yg disukai. Ketik 1,5 spasi di print out dan perbaikan akhir di copy ke CD (bisa 1 CD beberapa kelompok). Waktu: 2-3 Minggu.
Menrt: M. Yamin bahwa bangsa Indian berasal dari Asia, masuk ke Amerika dalam 3 gelombang: (1) adalah perpindahan orang Mongol dari Asia Timur Laut menuju Amerika Utara dengan melalu Selat Bering, kurang lebih 13.000 th yl; (2) yaitu bangsa Austronesia dari barat ke timur melalui lautan Pasifik dan sampai di Amerika Selatan (3)yakni perpindahan pelaut Austronesia menurut arus laut yang bergerak dari New Zealand dan Asia Timur bergerak menuju Amerika Selatan. Perpaduan antara bangsa Mongol dan Austronesia melahirkan bangsa Indian di Amerika.
Menurut versi lain, kurang lebih 20.000 sampai 50.000 tahun yang lalu bangsa Amurian dari Siberia di Rusia menyebrang melalui selat Bering ke benua Amerika. Kemudian disusul oleh bangsa Mongol awal abad ke-1 masehi, dari percampuran kedua bangsa tersebut, lahirlah bengsa Indian Amerika (Amerind) yang menyebar diseluruh benua Amerika dari utara ke selatan, mereka hidup dari berburu, menangkap ikan, mengumpulkan makanan dan buah-buahan liar.
Teori Ketiga yaitu: Bahwa orang Indian berasal dari Samudera Atlantik, mereka berlayar ke Utara, terdampar ke wilayah Kanada dan selanjutnya mengikuti route yang sama dengan teori pertama yakni dari Amerika Utara, AS, dan terus ke Meksiko yang umumnya beriklim sedang dan panas, dari sinilah mereka menetap dan menyebar ke wilayah Selatan di Amerika Latin.
Pada mulanya bangsa Aztec merupakan suku yang pertama kali berjuang di daerah pinggiran wilayah tersebut. Selama pengembaraan mereka sebagai kelompok luar-garis, bangsa Aztec kadang-kadang mengalami kemerosotan sampai berpakaian dedaunan dan makan serangga. Pada sekitar tahun 1325 Masehi bangsa Aztec sampai ditempat yang sekarang menjadi kota Meksiko.
Suku Maya mendiami daerah Meksiko Selatan dan bagian-bagian Amerika Tengah lainnya. Pusat kebudayaannya terdapat di Semenanjung Yukatan. Kota paling awal berdirinya diperkirakan pada abad ke-3 di hutan Guatemala yang lebat dan yang terakhir diperkirakan dibangun pada abad ke-10 dan abad ke-11 pada sebuah dataran di Yukatan bagian Utara. Kota-kota ini merupakan peninggalan orang-orang Maya yang memiliki tingkat kebudayaan yang tinggi dengan catatan arsitektur paling beraneka ragam dan paling maju. Kebudayaan suku Maya ini berkembang dari abad ke-1 S M sampai mulainya penggalan Masehi.
Tugas Individu: Buat Peta Amerika (dengan terlebih dahulu membuat peta dunia di pojok kanan dg ukuran kecil). Dilukis pada kertas A3, dikumpul setelah mendapat instruksi melalui SMS.
A. Periode Organisasi Awal:
1. Budi Utomo
2. Sarekat Islam
3. Indische Partij
B. Organisasi Agama:
1. Muhammadiyah (Indonesia dan di Kalsel);
2. NU (Indonesia dan di Kalsel);
3. Musyawaratutthalibin (di Kalsel);
4. MIAI, MASYUMI dan PSII;
C. Organisasi Sekuler:
1. PKI
D. Elite Baru:
1. Perhimpunan Indonesia dan Taman Siswa
E. Orientasi Baru:
1. PNI
2. PPPKI, dan Pendidikan Nasional Indonesia (PNI Baru)
F. Masa Krisis:
1. PBI, Parindra, dan Gerindo
G. Langkah Baru:
1. Petisi Sutardjo dan GAPI
H. Masa Jepang (Indonesia dan Kaslel)
I. Menjelang Kemerdekaan (Indonesia dan Kalsel
J. Biografi tokoh: Soekarno dan M. Natsir;
Catatan: uraian tugas di atas hanya tema sedangkan judul dibuat sendiri dan menarik serta focus dalam satu masalah.Bentuk tugas makalah, 1 kel. 2 orang, diprint out, setelah perbaikan terakhir lalu burning CD (bisa digabung beberapa kelompok), dikerjakan selama 2 mgg setelah mendapat instruksi melalui SMS.
DALAM kegiatan pembelajar tiga komponen utama, guru, bahan pembelajaran, dan siswa saling berkaitan dalam mencapai tujuan pendidikan. Hilang atau timpangnya satu ‘tiga tungku’ tersebut akan berakibat gagalnya pencapaian tujuan. Dengan kata lain, ketiganya harus saling bersinergi dalam mencapai tujuan.
Sepanjang sejarahnya, pergeseran empasis dalam nemandang ketiga komponen tersebut bisa saja terjadi. Sebagaimana dikatakan Lapp (1975: 3): “some times ‘content’ will dominate, some times either ‘teacher’ or ‘student’ will dominate”. Perubahan empasis terjadi berdasarkan pandangan dan tujuan yang dicapai.
Apa pun aanlisisnya, untuk mencapai tujuan pembelajarn, peran guru sangat penting. Karena itu perlu dikaji profil guru itu sendiri serta perannya. Menurut T. Raka Joni (1983), dalam sejarahnya, setidaknya ada tiga pandangan mendasar terhadap guru, yaitu:
Pertama, guru dipandang sebagai orang mempelajari ilmu pengetahuan dan keterampilan tertentu. Guru adalah semua orang yang mempelajari sesuatu dan dapat kembali mengajarkannya, tanpa harus menjalani pendidikan guru. Artinya, siapa saja yang menguasai ilmu tertentu dan mengajarkannya adalah guru.
Kedua, guru dipandang sebagai orang yang menguasai bahan yang akan diajarkannya tanpa memperhatikan kemampuan menyampaikan secara baik. Jadi tekanannya pada penguasaan bahan yang akan diajarkan, dan sama dengan tahap pertama, guru juga tidak harus menguasai tentang bagaimana mengajarkannya atau menyampaikan secara baik.
Ketiga, selain dituntut menguasai bahan, guru juga dituntut menguasai prinsip-prinsip dan teknologi pendidikan agar dapat menunaikan tugasnya sebagai pendidik. Dengan kata lain, guru harus menguasai ilmu atau bahan pengajaran dan bagaimana mengaj arkan atau menyampaikannya agar tujuan pendidikan tercapai.
Perubahan pandangan tentang guru dan peranan guru itu sendiri berdasarkan keadaan obyektif perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu pesat dimana guru tidak dapat lagi mengandalkan apa yang dipelajarinya saja.
Kalau pada awalnya guru dipandang sebagai sumber yang serba tahu hingga orientasi PBM “teacher centered”, sekarang ini hal tersebut tidak mungkin lagi. Guru sudah tidak mungkin mengumpul semuanya. Artinya, guru membaginya dengan siswa. Pandangan “student centered” adalah orientasinya. Guru dituntut untuk membelajarkan siswa guna mencapai perkembangan optimal (Parawansa, 1988& 15).
Asumsi dasarnya siswa bersekolah membawa atau telah mempunyai potensi cipta, rasa dan karsa atau menurut Bloom (1956) potensi kognitif, afektif dan psikomotorik hingga guru bertugas membantu mengembangkan potensi-potensi bawaan siswa tersebut. Potensi siswa tersebut yang harus dibantu pengembangannya oleh guru hingga siswa merupakan “centre of activity” .
Pandangan ini lebih maju, baik dalam menempatkan siswa dalam konteks PBM maupun dalam melihat peranan guru dimana guru bukan sekedar pelaku “transfer of knowledge” peran guru bukan berarti makin “menyempit” melainkan tetap penting sebab gurulah yang ‘mengatur’ lingkungan hingga terjadi proses belajar (Nasution, 1982: 8). Peranan guru tetap saja penting (Sutisna, 1983: 109).
Dalam kerangka demikian, guru tidak hanya berperan sebagai pengajar dalam artian alih pengetahuan-pengetahuan (Hasan, 1988: 9) tetapi sebagai motivator, fasilitator, pembimbing, evaluator, pengembang materi pelajaran, pengelola PBM, dan agen pembaharuan (Darmodiharjo, 1983, Shabuddin, 1985, Parawansa dan Abdullah, 1988: 16-22).
Sebagai motivator guru membangkitkan semangat dan kesadaran siswa agar belajar tidak cukup di kelas saja. Penguasaan materi tidak hanya mengandalkan kehebatan guru di kelas; siswa harus mencari dari sumber sumber di banyak tempat. Guru membangkitkan agar semangat belajar siswa di dalam dan di luar kelas selalu menyala-nyala. Guru memberi motivasi pembelajaran.
Sebagai fasilitator guru memberikan kemudahan-kemudahan bagi siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar atau memberikan jalan ke arah pendalaman bagi siswa yang pandai. Hal ini berdasarkan kenyataan dimana potensi dan prestasi siswa sangat beragam dan guru dapat melayani kebutuhan sesuai kemampuan siswa. Guru tidak berprinsip, semua siswa sama saja potensinya. Karena itu, perhatian diberikan merata. Itu guru kuno.
Sebagai pembimbing guru berperan memberikan perhatian kepada siswa-siswa yang mendapatkan kesulitan dalam belajar ataupun dalam memberikan jalan keluar atas segala bentuk hambatan-hambatan yang menyebabkan siswa mengalami kesulitan. Kesemua itu dilakukan guru dalam upaya mencapai tujuan pelajaran agar tercapai.
Sebagai evaluator guru mengetahui penguasaan dan kemampuan siswa. Berdasarkan evaluasi secara keseluruhan, guru dapat memberikan motivasi, fasilitas atau pun bimbingan yang tepat. Evaluasi penting artinya untuk mendayagunakan segala kemampuan, sarana dan prasarana, situasi dan kondisi untuk PBM agar tujuan tercapai.
Sebagai pengembang materi pelajaran guru dituntut untuk meraih pacuan perkembangan ilmu dan teknologi hingga yang disajikan bukan bahan pelajaran yang itu ke itu saja dari tahun ke tahun. Dengan kata lain, guru dituntut memperkaya, merevisi, menyesuaikan ilmu pengetahuan dan teknologi hingga apa yang disajikan tidak tertinggal dari kemajuan yang beg itu pesat.
Sebagai pengelola kegiatan PBM guru harus mampu mengerahkan semua sumber, mendayagunakan potensi, fasilitas dan hal-hal terkait lainnya. Untuk itu guru harus mempunyai seperangkat kemampuan yang selalu ditingkatkan sesuai kemajuan ilmu dan teknologi ataupun temuan-temuan baru dalam dunia pendidikan. Dalam konteks ini guru dituntut kemampuan dan keterampilannya dalam merencanakan, mengelola, melaksanakan dan evaluasi untuk PBM berikutnya hingga pengelolaannya dapat makin disempurna dari waktu ke waktu dalam mencapai hasil yang lebih baik.
Sebagai agen pembaharuan guru dituntut aktif mengambil inisiatif dan kreatif agar dapat membuat pembaharuan-pembaharuan pendidikan dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kecenderungan perubahan yang bakal terjadi di masyarakat; guru dengan inisiatif dan kreativitasnya dapat dijadikan teladan oleh siswa dalam menghadapi berbagai perubahan di masyarakat.
Dari uraian di atas jelaslah bahwa peran guru begitu penting dan luas; tidak hanya sebagai “pemindah”, pelestasri atau pemapanan yang telah ada tetapi membantu ngembangkan potensi siswa seoptimal mungkin serta dapat mengantipasi perkembangan dan kecenderungan di masyarakat.
Bagaimana menurut Sampeyan
Dikutip dari Ersis Warmansyah Abbas, Banjarbaru, 6 Juni 2009.
Tugas:
Buat kesimpulan tentang guru profesional yg ditulis oleh Ersis Warmansyah Abbas di atas?
Catatan: Diketik 2 spasi, diprint out, tgs individu, dikumpulkan 1 mggu setelah mendapat SMS.




Komentar Terakhir